Membangun Desa, Mengelola Sumber Daya Alam, Membangun Indonesia

Membangun Desa, Mengelola Sumber Daya Alam, Membangun Indonesia

Membangun Desa, Mengelola Sumber Daya Alam, Membangun Indonesia

PONTINAK – Hakikat pembangunan akan terjadi jika pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan desa ‘nyambung’. Hal itu dikatakan Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho dalam seminar dan lokakarya ‘Menuju Masyarakat Swadaya dan Mandiri’ yang diselenggarakan Gemawan 20th, Kamis, 4 April 2019 di Hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kalimantan Barat.

Yanuar menjelaskan keberadaan PAUD di tahun 2014 jumlahnya 27%, lalu tahun 2018 meningkat menjadi 72%, dan kebanyakan PAUD tersebut berada di desa dan didorong oleh dana desa. Anak-anak tersebut yang akan menjadi tumpuan masa depan desa.

yn6“Pastikan di desa ada PAUD, itu bukan hanya kewajiban pemerintah desa, tetapi itu hak anak-anak dan cucu cucu kita. Permasalahan bukan hanya soal membereskan desa lalu negara akan beres, tetapi lebih pada mendidik anak” paparnya.

Selain itu, dalam paparannya, pria kelahiran Solo ini memberikan contoh desa-desa yang berhasil maju seperti desa Ponggok di Klaten yang memanfaatkan potensi dan sumber daya alam desa sebaik mungkin dengan melibatkan anak-anak muda dan teknologi yang ada. “Intinya berpikir lebih kreatif, menggunakan sumber daya yang ada, dan melibatkan anak-anak muda, anak-anak muda diberdayakan” paparnya. Menurut Yanuar bahwa ada tren anak muda pindah kekota bukan karena pendapatan tetapi karena gengsi padahal banyak potensi dan hasil desa yang dapat dimaksimalkan untuk dikembangkan.

Menyikapi perkembangan teknologi sekarang ini, Yanuar menyarankan pada pihak Gemawan untuk membuat platform digital untuk mewadahi para petani dalam menjual hasil produknya dan mendorong desa-desa untuk membuat pemetaan wilayah jelas, karena itu sangat membantu dan berkontribusi untuk negara.

Ajakan Cegah Stunting

yn3Di depan ratusan perangkat desa  di daerah Kalimantan Barat yang hadir dan memenuhi ruang pertemuan Kapuas Palace, Yanuar menjelaskan salah satu persoalan yang dihadapi republik ini adalah stunting. Salah satu cara untuk memperbaikinya adalah ketersediaan air baku dan air bersih di desa. “Saya harap Bapak Ibu (Kepala Desa atau Perangkat Desa) memastikan air baku dan air bersih ada di desa. Apa yang dikerjakan bapak ibu di desa itu ujungnya nasional, bukan soal desa, ini persoalan besar di republik ini,” tegas akademi  bidang inovasi dan perubahan sosial di Manchester Institute of Innovation Research, University of Manchester, Inggris itu.

yn1Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Singkawang, Drs. H. Irwan, M.Si berkesempatan untuk hadir dan menyamapaikan sedikit paparan. Menurutnya, bapak-ibu kepala desa dan/atau perangkat desa ditunutut untuk bergerak aktif dalam melaksanakan pembangunan desa.

“Jangan hanya diam melaksanakan program, sedikit lebih kritis memberikan tekanan,” tegas Irwan.

Selain itu, Bupati Kubu Raya, H. Muda Mahendrawan, SH menjelaskan pentingnya pengelolaan dana desa oleh desa itu sendiri.

“Dana desa adalah hak desa bukan dana kabupaten. Jadi biarkan desa mengelola dengan musyawarah desa.”, paparnya. Selain itu, menurutnya dana desa merupakan sarana perlindungan dari pemerintah pusat kepada masyarakat di daerah.

“Dana desa dari pusat melindungi masyarakat dan dananya tidak bisa ditarik,” pungkasnya. Keynote dalam acara ini adalah Drs. Muhammad Aminuddin, M.Si yang merupakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebagai perwakilan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.yn2

Close