Melongok Kemajuan Pembangunan Jalan Tol Tahun 2015

Melongok Kemajuan Pembangunan Jalan Tol  Tahun 2015

Melongok Kemajuan Pembangunan Jalan Tol Tahun 2015

Dalam visi Nawacita, Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun infrastruktur secara komprehensif. Termasuk di dalamnya adalah transportasi umum yang terintegrasi di darat, laut dan udara serta peningkatan kapasitas jalan, melalui pelebaran jalan, penambahan jalan baru dan pembangunan jalan tol.

Dengan ketersediaan infrastruktur yang beragam dan memadai, maka efisiensi lebih  tercipta.   Sektor riil akan lebih berpeluang tumbuh lebih besar karena para pelaku usaha kecil hingga besar sama-sama diuntungkan dengan biaya transportasi dan logistik yang lebih murah – dibandingkan jika infrastruktur kurang tersedia atau berkualitas buruk.  Oleh karena itu jalan tol masih relevan dan tetap dibutuhkan terutama untuk mempercepat konektivitas antar kota dalam sebuah pulau.

Di tahun 2015 ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) memfokuskan diri untuk mempercepat pembangunan sejumlah proyek jalan tol yaitu Jalan Tol Trans Jawa, Jalan Tol Non Trans Jawa, Jalan Tol Sumatera, Jalan Tol-Manado Bitung dan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Berdasarkan Laporan Kemajuan Pelaksanaan Jalan Tol Tahun 2015, yang dibuat Kementerian PUPERA, Agustus 2015, untuk Jalan Tol Trans Jawa yang terdiri dari 9 ruas yang mencapai kemajuan-kemajuan berarti baik untuk pengadaan tanah dan konstruksi.  Ruas 1 Cikampek-Palimanan bahkan sudah beroperasi sejak 3 Juni 2015.

Ruas 2 Pejagan-Pemalang, untuk pengadaan tanah sudah mencapai 42,04% dan konstruksi 9,96%, Ruas 3 Pematang-Batang, pengadaan tanah 1,86% dan konstruksi belum dimulai, Ruas 4 Batang-Semarang, pengadaan tanah 20,31% dan konstruksi belum dimulai; Ruas 5 Semarang-Solo, pengadaan tanah 61,64% dan konstruksi 31,43%,  Ruas 6 Solo-Ngawi, pengadaan tanah 89,53% dan konstruksi 15,20%, Ruas 7 Ngawi-Kertosono, pengadaan tanah 66,95% dan konstruksi belum dimulai, Ruas 8 Mojokerto-Jombang-Kertosono, pengadaan tanah 90,91% dan konstruksi 66,40%, serta; Ruas 9 Mojokerto-Surabaya, pengadaan tanah 82,19% dan konstruksi 33,51%.

Untuk Jalan Tol Non Trans Jawa yang terdiri dari 8 ruas, tingkat kemajuannya bervariasi.  Untuk Ruas 1 Ciawi-Sukabumi, pengadaan tanah sudah mencapai 25,18% dan konstruksi belum dimulai.   Ruas 2 Gempol-Pandaan, pengadaan tanah 99,81% dan sudah beroperasi sejak 12 Juni 2015.  Ruas 3 Gempol-Pasuruan, pengadaan tanah 53,07% dan konstruksi 36,90%.  Ruas 4 Pasuruan-Probolinggo dan Ruas 5 Waru-Wonokromo-Tanjung Perak, baik pengadaan tanah dan konstruksi belum dimulai.  Ruas 6 Bali Mandara (Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa) sudah beroperasi sejak September 2013.  Ruas 7 Cileunyi-Sumedang-Dawuan, pengadaan tanah 31,28% dan konstruksi 65,3% (seksi I Phase I), serta Ruas 8 Serang-Panimbang, baik pengadaan tanah dan konstruksi belum dimulai.

Untuk Jalan Tol Trans Sumatera yang terdiri dari 7 ruas.  Umumnya masih menyelesaikan proses pengadaan tanah.  Ruas 1 Medan-Binjai, pengadaan tanah 70% dan konstruksi 1,22%. Ruas 2 Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, pengadaan tanah 85,98% dan konstruksi 32%.   Ruas 3 Pekanbaru-Kandis-Dumai, pengadaan tanah 7,72% dan konstruksi belum mulai.   Ruas 4 Palembang-Indralaya, pengadaan tanah 34,52% dan konstruksi memasuki tahap land clearing.  Ruas 5 Bakauheni-Terbanggi Besar, pengadaan tanah 0,19% dan konstruksi memasuki tahap land clearing dan penimbunan tanah. Ruas 6 Terbanggi Besar-Kayu Agung, baik pengadaan tanah maupun konstruksi belum dimulai, serta Ruas 7 Kayu Agung-Palembang-Betung, pengadaan tanah Seksi I 100% dan konstruksi belum dimulai.

Untuk Jalan Tol Manado-Bitung, masih dalam proses pengadaan tanah dan sedang dalam proses lelang. Pengadaan lahan dari Ringroad Manado-SS Sukur telah mencapai 94,91% dan dari SS Sukur-SS Airmadidi mencapai 5,53%.  Proses lelang akan mencapai tahap penandatanganan kontrak September 2015.

Untuk Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, yang terdiri dari 5 paket, pengadaan tanahnya rata-rata sudah di atas 50% – yaitu Paket 1 Km13-Sp. Samboja (80,4%), Paket  2 Sp. Samboja-Palaran 1 (98,28%), Paket 3 Samboja-Palaran 2 (98%), Paket 4 Palaran-Jbt Mahkota (55,71%) dan Paket 5 Km13-Sepinggan (54%). Proses lelang untuk Paket 1 sudah memasuki tahap penandatanganan kontrak pada 27 April 2015 dan Paket 5, direncanakan penandatanganan kontrak  September 2015.

Related Articles

Close