Masyarakat Harus Tahu Kemajuan Proyek Strategis Nasional

Masyarakat Harus Tahu Kemajuan Proyek Strategis Nasional

Masyarakat Harus Tahu Kemajuan Proyek Strategis Nasional

MEDAN – Progres Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas yang berlangsung di daerah harus gencar disampaikan ke publik. Pernyataan itu ditekankan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dalam kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Jum’at dan Sabtu, 17-18 Maret 2017.

“Masyarakat luas harus tahu kemajuan dan pemanfaatan proyek-proyek strategis nasional dari pemerintah yang ada di tempat mereka. Publikasinya harus massif,” kata Teten. Ditegaskannya, Pemerintah Provinsi Sumatera harus lebih giat dalam mempublikasikan apa yang telah dilakukan Pemerintah melalui Proyek Strategis Nasional.

Berdasarkan hasil Rapat Terbatas Rapat Terbatas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Sumatera 16 Februari 2017, Kepala Staf Kepresidenan menindaklanjuti dalam kunjungan ke Medan dengan mengundang para pemangku kepentingan pembangunan Proyek Strategis Nasional.

hotelPertemuan di Hotel Aryaduta Medan itu dihadiri Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono, Staf Ahli Gubernur Sumut Binsar Situmorang, Kepala Kanwil BPN Sumut Bambang Priono,  Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Pelindo I  Iman A Sulaiman, Direktur Proyek PT. Pelindo I Saut F Siagian, serta General Manager PT. Hutama Karya Rizal Sutjipto.

Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan bahwa arahan Presiden terkait penyelesaian PSN harus sesuai target. “Bila dimungkinkan dapat dilakukan percepatan,” ungkapnya.

maket

General Manager Divisi Pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera PT Hutama Karya (Persero) Rizal Sutjipto menyampaikan bahwa progress pembebasan lahan tol Medan-Binjai sudah mencapai 87,89% dan progress fisik 54,183%. Pada akhir tahun ini ruas tol yang sudah dapat digunakan yakni seksi 2 dan 3 yakni Binjai-Semayang dan Semayang-Helvetia. “Khusus seksi 1 yakni Helvetia-Tanjung Mulia masih terdapat kendala pembebasan lahan,” kata Rizal.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat mendukung terkait adanya Proyek Strategis Nasional di Sumut untuk meningkatkan perekonomian di wilayah Sumut dan diharapkan Pemerintah Pusat dapat membantu penyelesaian Program Strategis Nasional di Sumatera Utara.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono menyampaikan bahwa pembangunan ruas Bandar Tinggi-Kuala Tanjung sepanjang 21 KM menggunakan lahan otorita asahan dengan skema pengalihan aset dan pembebasan lahan masyarakat dan telah dianggarkan untuk tahun 2017 ini. Masih terdapat 20 bidang dari 242 bidang yang belum selesai dibebaskan.

KUNJUNGAN LAPANGAN

seiKeesokan harinya, Kepala Staf Kepresidenan didampingi Dirjen Perkeretaapian meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sebagai kawasan industri kelapa sawit dan karet serta turunannya. Saat ini sudah digunakan oleh PT. Unilever seluas 18 Hektar untuk memproduksi bahan baku sabun dimana 85% produk diekspor  di mana bahan baku dikirim ke pelabuhan Belawan menggunakan kereta api.

Kepala Staf Kepresidenan meyampaikan bahwa pengelola awasan harus aktif mensosialisasikan KEK Sei Mangkei agar investor dapat melakukan kegiatan usahanya lebih baik. “Penambahan SMK di Simalungan penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kawasan ekonomi ini,” kata Teten.

sepurDi hari yang sama, Teten juga melanjutkan meninjau pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung yang juga didukung oleh jalur kereta api. Pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung direncanakan selesai September 2017 dan sudah siap operasi untuk kebutuhan container yard dan curah cair.

“Transportasi kereta api sangat penting untuk mendukung konektivitas dengan kawasan industri yang cepat dan murah karena tidak menggunakan jalan arteri yang sudah padat,” kata Teten.

kerjo

 

 

Close