Masyarakat Adat Diminta Kawal Implementasi Reforma Agraria

Masyarakat Adat Diminta Kawal Implementasi Reforma Agraria

Masyarakat Adat Diminta Kawal Implementasi Reforma Agraria

MEDAN - Pemerintah telah memulai pendekatan baru dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Komitmennya tidak saja menambah jumlah proyek pembangunan, namun bersungguh-sungguh hendak memperbaiki kualitas hidup masyarakat Indonesia. Maka, RPJMN 2015-2019 telah mematok target penurunan angka rasio gini (ketimpangan ekonomi) dari 0.41 menjadi 0.36 di 2019 yang akan datang.

Penegasan itu disampaikan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani saat membuka simposium Kongres V Aliansi Masyarakat Adat Nusantara di Medan, Rabu, 15 Maret 2017. Kongres ini dihadiri oleh pimpinan-pimpinan organisasi rakyat, petani, nelayan dan masyarakat adat dari seluruh Indonesia.

Jaleswari menekankan, terobosan ini mustahil tercapai tanpa adanya perubahan mendasar dalam mengatasi ketimpangan struktur penguasaan lahan dan inovasi di tengah masyarakat kita. “Untuk itulah, di dalam RKP 2017 Pemerintah menetapkan reforma agraria dan perhutanan sosial menjadi salahsatu program prioritas nasional,” tegasnya.

img_3254Jaleswari mengingatkan, Presiden Joko Widodo tidak menginginkan program reforma agraria dan perhutanan sosial dikerdilkan menjadi sekedar proyek bagi-bagi tanah, seperti yang terjadi di masa lalu.

Presiden mengarahkan kebijakan reforma agraria dan perhutanan sosial sekurang-kurangnya dapat menjawab empat tantangan mendasar di tengah masyarakat kita, yakni mengatasi ketimpangan pemilikan dan penguasaan tanah, menyelesaikan konflik agrarian, meningkatkan produktivitas rakyat dan membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan baru, serta memulihkan lingkungan hidup.

“Cita-cita besar ini mustahil dapat tercapai tanpa partisipasi masyarakat luas. Untuk itulah, Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi AMAN untuk terus terlibat mengawal implementasi program reforma agraria dan perhutanan sosial agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat adat pada umumnya,” kata Jaleswari.

screen-shot-2017-03-17-at-9-48-19-am

 

Close