Mahasiswa Harus Belajar Memilah Kebenaran Informasi

Mahasiswa Harus Belajar Memilah Kebenaran Informasi

Mahasiswa Harus Belajar Memilah Kebenaran Informasi

JAKARTA - Saat ini mudah sekali beredar isu, kabar negatif, fitnah, berita palsu atau hoax, yang tersebar melalui berbagai platform media sosial. Untuk itu, mahasiswa diharapkan menjadi salah satu garda terdepan dalam menyaring informasi yang muncul, sebelum dipercaya atau disalahgunakan oleh masyarakat.

Pernyataan itu diungkapkan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Eko Sulistyo saat menerima kunjungan mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie ke Kantor Staf Presiden, Jum'at 6 Januari 2017.

Eko Sulistyo menegaskan, tugas Kantor Staf Presiden adalah memberi penjelasan tentang kebijakan-kebijakan pemerintah kepada masyarakat. “Pagi tadi, bersama kementerian dan lembaga terkait, kami menggelar press briefing menjelaskan mengenai penyesuaian harga bahan bakar khusus, pengalihan subsidi listrik, serta kenaikan biaya administrasi PNBP pengurusan surat kendaraan bermotor. KSP melakukan sinkronisasi informasi kepada masyarakat,” urainya.

bak2Eko menerangkan, Kantor Staf Presiden menaruh perhatian khusus terhadap alur isu-isu yang berkembang di media sosial. “Kami memonitor informasi yang sedang banyak diobrolkan. Tidak hanya melihat dan memantau, tapi juga melihat ke mana trend isu itu berkembang,” jelasnya.

Eko Sulistyo memaparkan, berdasarkan rilis beberapa lembaga survei, saat ini tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah cukup bagus, meski banyak terpaan yang tak mudah diatasi seperti penyebaran isu negatif dan informasi menjurus fitnah. “Sampaikanlah kepada masyarakat dan keluarga terdekat agar wapada terhadap isu-isu yang tidak benar dari media sosial,” kata Eko.

bak3Dosen mata kuliah Komunikasi Politik Universitas Bakrie Algooth Putranto merasa banyak manfaat dipetik dari kunjungan mahasiswanya, sekaligus untuk berdiskusi di Bina Graha. “Di sini kami mendapat pembelajaran langsung dari apa yang kami pelajari di kelas dan bagaimana realita politik lapangan, terutama pada unsur komunikasi politik,” ungkapnya.

Nova Ferdiana, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Kelas Karyawan Universitas Bakrie, senang mendapat kesempatan datang ke Kantor Staf Presiden. “Apalagi kami ditemui langsung Deputi IV yang memberikan penjelasan implementasi menghadapi masalah sosial yang marak di Indonesia, sehingga kami bisa melihat bagaimana alur komunikasi Staf Kepresidenan dalam mengatasi informasi-informasi  hoax di masyarakat,” paparnya.

Close