Layanan Terpadu Satu Atap, Wujud Negara Hadir di Kantong Pekerja Migran

Layanan Terpadu Satu Atap, Wujud Negara Hadir di Kantong Pekerja Migran

Layanan Terpadu Satu Atap, Wujud Negara Hadir di Kantong Pekerja Migran

LOMBOK BARAT -  Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah membangun 32 Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) sejak tahun 2015 hingga 2018. Pemerintah menargetkan 52 LTSA yang meliputi kantong-kantong Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN) di seluruh Indonesia untuk pembangunan sarana dan prasaran operasional.

“Layanan Terpadu Satu Atap ini sebagai perwujudan Negara hadir di mana pemerintah yang mendatangi dan memberikan pelayanan,“ kata Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho saat menghadiri peresmian LTSA di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 4 Desember 2018.lom6

Yanuar menambahkan perlunya sosialisasi aktif dari aktor lokal seperti pemerintah daerah dari tingkat kabupaten hingga desa, serta tokoh agama.

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid dalam pembukaan LTSA yang terbentuk melalui anggaran APBN kemnaker dan APBD Pemkab Lombok Barat ini menyampaikan tiga hal penting dalam implementasi LTSA, yakni sinergi, koordinasi dan komunikasi antar SKPD dan Kementerian/Lembaga vertikal serta koordinasi dan komunikasi dengan asosiasi/pelaksana.

Data pengangguran terbuka di Lombok Barat sebesar 3,28% lebih rendah dibanding di provinsi NTB. Hal ini senada dengan data SiskoKTLN dari BNP2TKI, tercatat dari tahun 2012-2017 sebanyak 35.980 pekerja migran asal Lombok Barat bekerja di luar negeri. Periode Januari-Oktober 2018, sejumlah 3.622 telah mengadu nasib sebagai pekerja migran.lom4

Sementara, Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian Ketenagakerjaan, Reyna Usman, menekankan pentingnya legalitas dokumen TKLN krusial agar pemerintah bisa membantu jika di kemudian hari ada permasalahan dengan TKLN saat bekerja. Selain itu, LTSA diharapkan mampu menekan angka keberangkatan ilegal yang masih terjadi di wilayah kantong TKLN.

Kegiatan dihadiri oleh Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan, Magdalena Sigalingging; Asisten Deputi Pemberdayaan Perempuan Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Wagiran; Direktur Kerjasama dan Verifikasi Penyiapan Dokumen BNP2TKI, Haposan Saragih; Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Munawir Haris; Wakil Bupati Terpilih Lombok Barat, Sumiatun; Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lombok Tengah, M. Nasrun; Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Lombok Barat; Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Swasta (PPTKIS) Lombok Barat.

Usai peresmian di Lombok Barat, dilanjutkan dengan kunjungan LTSA di Lombok Tengah. LTSA Lombok Tengah yang memiliki fasilitas lengkap dan rata-rata melayani 50 pendaftar setiap harinya. LTSA merupakan layanan untuk pekerja migran dalam pengurusan dokumen, pemeriksaan kesehatan dan penyediaan jaminan sosial secara terintegrasi dan terbuka. LTSA tersebut terdiri dari Dinas Kesehatan, Lembaga Perbankan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Perwakilan Dinas Imigrasi, BPJS Ketenagakerjaan dan BP3TKI, Kepolisian Daerah dengan slogan murah, cepat, tepat, transparan dan akuntabilitas’. LTSA adalah amanat pasal 38 UU 18 Tahun 2018 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia.lom2

 

 

Close