Lawan dan Petakan Jaringan Informasi Palsu di Media Sosial

Lawan dan Petakan Jaringan Informasi Palsu di Media Sosial

Lawan dan Petakan Jaringan Informasi Palsu di Media Sosial

JAKARTA – Perkembangan arus informasi di media sosial berkembang begitu cepat, apalagi di Indonesia yang tercatat sebagai salah satu negara pengguna internet dan gawai terbesar di dunia. Karena itu, masyarakat diharap bijak, bagaimana menggunakan media sosial dengan baik, serta dapat memilih keputusan tepat untuk menyebarluaskan atau tidak mendistribusikan informasi yang diragukan kebenarannya.

Membahas topik ini, Kantor Staf Presiden menggelar diskusi terbatas terkait perkembangan dan arus informasi di media sosial saat ini. Diskusi di Bina Graha, Senin, 9 Januari 2017 ini menghadirkan Ismail Fahmi doktor sains informatika lulusan Universitas Groningen, Belanda dan Yan Kurniawan, analis media sosial dari Awesometrics.

febri1Ismail tengah mengembangkan teknologi buatannya yang diberi nama ‘drone emprit’ --merujuk pada nama burung lambang Twitter. Peranti lunak ini berfungsi memonitor dan menganalisis percakapan di media online dan media sosial, sesuai perkembangan terkini (trending topic).

febri2“Dengan menggunakan kata kunci, nanti akan muncul pola-pola penyebaran informasi, termasuk siapa saja yang jadi jaringan mendukung penyebaran informasi itu,” kata Ismail menjelaskan pola kerja sistem yang dibentuknya. Salah satu parameter melihat penyebaran informasi, antara lain melihat jumlah re-twit yang dilakukan pengguna sosial media.

Diskusi ini bertujan untuk mengetahui pola penyebaran informasi yang beredar saat ini, dan bagaimana mengatasi informasiinformasi ‘hoax’ yang kerap meresahkan masyarakat.

Close