Langkah Pembaharuan Peningkatan Kualitas Pendidikan Perguruan Tinggi

Langkah Pembaharuan Peningkatan Kualitas Pendidikan Perguruan Tinggi

Langkah Pembaharuan Peningkatan Kualitas Pendidikan Perguruan Tinggi

JAKARTA- Upaya untuk mendorong reformasi dan peningkatan kualitas perguruan tinggi di Indonesia terus dilakukan oleh pemerintah pusat guna mempersiapkan talenta-talenta baru generasi penerus bangsa yang memiliki kualitas dan kemampuan mumpuni. Pemerintah Pusat melalui Kantor Staf Kepresidenan, beserta Kementerian Keuangan melakukan diskusi bersama para rektor universitas-universitas di Indonesia untuk membahas langkah progresif dalam pembangunan SDM melalui perguruan tinggi.

“Presiden mengatakan kepada para pimpinan perguruan tinggi sekarang bahwa dunia telah berubah dengan cepat. Sekarang sudah tidak ada lagi negara kecil melawan negara besar, kemudian negara maju melawan negara berkembang. Tapi sekarang penentunya adalah siapa negara yang mampu lebih cepat beradaptasi maka negara itulah yang akan berkembang dan maju,” kata Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, di Bina Graha, Jakarta, Rabu, 13 Februari 2019.

Dalam langkah untuk mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi di Indonesia, Moeldoko menyatakan bahwa kita memerlukan quantum leap agar tidak linear saja dalam bertindak. “Motto saya ketika saat bersekolah dulu adalah tantangan merupakan sebuah kebutuhan, inilah yang mesti kita terus tanamkan kepada adik-adik mahasiswa kita agar mental mereka mampu menjadi lebih kuat dan dapat dipersiapkan menjadi generasi penerus bangsa yang unggul,” tegasnya.

Membahas lebih jauh mengenai reformasi perguruan tinggi di Indonesia, ada beberapa langkah yang seharusnya menjadi pijakan dalam mereformasi perguruan tinggi. Salah satu langkah itu adalah perlunya perubahan dalam merekrut Top Talent baik itu pengajar/dosen dan peneliti, kemudian juga perlu adanya tata kelola yang baik dalam mengatur Top Talent yang sudah direkrut. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ainun Na’im. “Untuk menjadi universitas Benchmark seperti di luar negeri, maka universitas terpilih harus mampu mengikuti pola sistem seperti universitas-universitas terbaik di luar sana,” tegas Na’im.

Na’im juga menjelaskan bahwa tingginya tolak ukur universitas di luar negeri tidak terlepas dari banyaknya variasi program akademik serta pendidikan vokasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Di Indonesia, program akademik masih lebih tinggi persentasenya, yaitu sebesar 72,5% ketimbang program vokasi yang hanya 27,5%. “Seharusnya di antara kedua program ini, bisa berimbang hingga masing-masing mendekati angkat 50%,” tutur Ainun di hadapan peserta rapat FGD bertajuk Peningkatan Kualitas dan Reformasi Perguruan Tinggi Bersama Kemenkeu.

Menanggapi paparan dari Moeldoko dan Na’im, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani mengatakan bahwa Endowment Fund sangat diperlukan untuk menunjang perguruan tinggi di Indonesia. “Karena jika membandingkan dengan universitas lain di luar negeri, Endowment Fund kita masih sangat kecil,” ujarnya.

Terkait masalah pertanggungjawaban sebuah penelitian, Sri Mulyani menyatakan bahwa ia bersedia mengadopsi sistem dari suatu negara yang bagus dengan melihat prinsip bentuk pertanggungjawabannya seperti apa. “Yang penting prinsip dalam sistem tersebut tidak akan mengekang kreativitas para peneliti, serta dari sisi kami selaku Kementerian Keuangan tentunya akan melihat apakah prinsip-prinsip tersebut akan menabrak regulasi yang ada atau tidak,” tutur Sri Mulyani menjelaskan tentang penyelenggaraan pertanggungjawaban penelitian di perguruan tinggi di Indonesia.

Menutup FGD pagi itu, Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono mengharapkan dengan adanya diskusi yang digelar Kantor Staf Kepresidenan akan bisa mengakomodir kebutuhan dan keinginan dari perguruan tinggi di Indonesia. “Saya berharap agar bisa ada perubahan dalam beberapa peraturan sehingga implementasinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan, khususnya terkait barang dan jasa dalam keperluan penelitian,” pungkasnya.*

Close