Kunjungan Mahasiswa Korps Pemerintahan dan Politik Fisipol UGM

Kunjungan Mahasiswa Korps Pemerintahan dan Politik Fisipol UGM

Kunjungan Mahasiswa Korps Pemerintahan dan Politik Fisipol UGM

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerima kunjungan 52 mahasiswa dari Korps Pemerintahan dan Politik Fisipol Universitas Gadjah Mada di Ruang Rapat utama pada Rabu (11/9). Pertemuan tersebut diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan para mahasiswa yang hadir. Sejumlah pertanyaan mengemuka mulai dari soal keorganisasian Kantor Staf Presiden sampai tentang bagaimana manejemen konflik di Indonesia.

Dalam pernyataan awalnya Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyampaikan bahwa KSP merupakan lembaga yang dinamis dan unik. Para tenaga professional yang ada di KSP memiliki andil besar, disini dapat dilihat secara lebih dekat dari proses penyusunan dan pengambilan kebijakan terhadap persoalan yang tengah menjadi perbincangan publik, contohnya terkait BPJS maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan masalah lainnya.

Fahmi salah satu perwakilan mahasiswa menanyakan persoalan yang terkait dengan pola koordinasi terhadap isu-isu yang dibawahi oleh lima kedeputian. Terkait hal ini Kastaf menjelaskan bahwa terdapat pemilahan isu sesuai bidang setiap kedeputian. Tapi tentu ada isu yang dapat diangkat ke publik dan ada yang tidak karena KSP harus menjadi institusi pertama kali yang “membenturkan diri” terhadap permasalahan-permasalahan tersebut. “Ada isu yang harus di eksploitasi dan ada isu yang harus di eliminasi, kita tidak melibatkan Presiden dalam urusan-urusan teknis seperti itu. Presiden hanya akan meluruskan isu yang muncul tersebut,” ujarnya.

kunjungan-mahasiswa-korps-pemerintahan-dan-politik-fisipol-ugm-2

Terkait manajemen konflik terutama yang berhubungan dengan kasus kerusuhan di Papua, Kastaf memaparkan secara singkat, bahwa negara harus menomorsatukan keamanan dengan meninggalkan segala kepentingan pribadi dan golongan. “Ada dua jenis konflik yakni konflik permanen serta konflik situasional. Konflik ini tidak mudah diselesaikan, cara menanganinya harus secara komprehensif,” kata Kastaf.

Dipenghujung diskusi Kastaf menyampaikan pesan untuk para mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada angkatan 2018 ini. Mahasiswa saat ini seharusnya mengisi waktu luang dengan riset, membuat perubahan di segala sektor dan belajar dengan cepat untuk menghadapi segala situasi.*

Close