KSP: Mahasiswa Harus Bisa Menawarkan Ide-ide kreatif Solusi Masalah di Desa

KSP: Mahasiswa Harus Bisa Menawarkan Ide-ide kreatif Solusi Masalah di Desa

KSP: Mahasiswa Harus Bisa Menawarkan Ide-ide kreatif Solusi Masalah di Desa

MEDAN - Sekitar seribu mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang akan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendapat arahan dari Kantor Staf Presiden agar berani mendekati masyarakat desa untuk menawarkan ide-ide kreatif untuk menyelesaikan masalah di desa lokasi KKN nya. KSP menjalin kerjasama dengan beberapa kampus termasuk USU dalam membina hubungan mahasiswa dengan pembangunan desa dan pemanfaatan dana desa.

Mayoritas mahasiswa USU yang berlatar belakang pendidikan jurusan kesehatan masyarakat dan farmasi menyambut baik dorongan dari KSP. Beberapa di antaranya bahkan menanyakan “Bagaimana jika kehadiran KKN USU sudah melewati masa Musyawarah Desa (Musdes)?”

Hadir dari KSP adalah Tenaga Ahli Madya dari Kedeputian II, Enda Ginting. Enda menyebutkan bahwa dengan adanya dana desa, seharusnya beberapa masalah yang ada di desa bisa diselesaikan. “Tidak jaminan bahwa seluruh masalah di desa akan bisa diselesaikan oleh dana desa, tapi ada beberapa aspek pembangunan yang seharusnya bisa dan hal-hal seperti ini sudah bisa terpantau langsung oleh Pemerintah Pusat,” jawab Enda kepada mahasiswa KKN USU.

Kegiatan tanya jawab kemudian membahas beberapa faktor penentu keberhasilan pembangunan desa, salah satu diantaranya adalah kepesertaan Musdes yang representatif terhadap isu desa, terhadap warga desa dan adanya pengenalan masalah dan solusi yang datang dari aktor non pemerintah desa seperti KKN mahasiswa atau tenaga kesehatan setempat.

Pada kesempatan itu juga dibahas analisis faktor penyebab stunting. Indikator-indikator seperti tingkat buta huruf perempuan, akses ke air bersih, akses listrik, akses ke MCK dan angka kemiskinan untuk beberapa daerah di provinsi Sumatra Utara justru menunjukkan angka yang lebih baik ketimbang rata-rata nasional. “Namun mengapa angka stunting di provinsi Sumut justru sama dengan rata-rata nasional?” adalah pertanyaan yang di ajukan pembicara dari KSP kepada mahasiswa USU. Mahasiswa menyerukan bahwa masyarakat kurang memahami bagaimana mengolah makanan agar gizi dan kandungan nutrisi di dalamnya tidak hangus atau hilang. Beberapa kegiatan mahasiswa juga mengidentifikasi kebutuhan pendidikan gizi dan pengolahan makanan yang sehat dan bersih.

Kerjasama KSP dengan USU dijalin sejak tahun 2017 dengan tujuan memperbaiki pembangunan desa dan meningkatkan pemanfaatan kehadiran aktor-aktor intelektual di desa dengan melaksanakan KKN. Hadirnya beberapa instansi pemerintah pusat lainnya seperti Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemPUPR) juga menambah nuansa pendampingan Pemerintah kepada aktifitas civitas akademika USU.

Kantor Staf Presiden juga sudah meminta kesediaan dan kesanggupan Pemerintah Daerah (Pemda) yang ikut menerima KKN Universitas Sumatera Utara agar membukakan kesempatan bagi mahasiswa ikut membahas di Musdes.

 

 

Close