KSP Koordinasikan Penyelesaian Sengketa Tanah Warga Rumpin

KSP Koordinasikan Penyelesaian Sengketa Tanah Warga Rumpin

KSP Koordinasikan Penyelesaian Sengketa Tanah Warga Rumpin

JAKARTA- Puluhan warga Kecamatan Rumpin Bogor mendatangi Kantor Staf Presdien (KSP) mengadukan kasus sengketa tanah yang sudah terjadi sejak tahun 2007 antara warga dan pihak TNI AU.

“Kasus ini 10 tahun tidak selesai. Ini kado terindah bagi kami jika Presiden Jokowi bisa menyelesaikan. 1.000 hektar tanah warga di 3 desa masih dalam sengketa,” kata Asisten Pemerintahan Pemkab Bogor Burhanudin saat bertemu Kepala Staf Presiden Teten Masduki di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 1 April 2016.

Burhanudin datang bersama Ketua Komisi A DPRD Bogor, Staf Ahli bidang Pembangunan yang juga mantan Camat Rumpin, Ketua Paguyuban Masyarakat Rumpin, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bogor, dan perwakilan warga dari desa yang bersengketa.

Menurut Pandji, mantan Camat Rumpin yang kini menjadi Staf Ahli bidang Pembangunan, kasus sengketa ini telah melalui mediasi dan proses panjang. Beberapa solusi telah ditawarkan kepada warga namun hingga kini belum membuahkan hasil. Sementara warga telah bermukim di tanah tersebut sejak zaman pendudukan Jepang secara turun menurun.

“Verifikasi juga telah dilakukan,” katanya.

“Kami harap ini segera ada solusi. Dan kami berharap KSP bisa memfasilitasi ini,” tambah ketua paguyuban masyarakat Rumpin.

Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengatakan, KSP segera berkoordinasi lebih lanjut dengan kementerian terkait guna menyelesaikan permasalahan ini.

“Persoalannya tidak sulit, yang sulit menyelesaikannya karena perlu ada kemauan dari semua pihak. Ini akan kita coba dan tentu akan saya laporkan ke Presiden,” kata Teten.

Close