KSP Kedatangan Ketua Fraksi Partai Aceh (PA)

KSP Kedatangan Ketua Fraksi Partai Aceh (PA)

KSP Kedatangan Ketua Fraksi Partai Aceh (PA)

Permasalahan reintegrasi dan rehabilitasi pasca perdamaian Aceh ternyata masih menyisakan “PR” untuk diselesaikan bersama.  Meski sudah pernah ada Badan Reintegrasi Aceh (BRA) yang mengurus masalah itu, namun sampai saat ini masih banyak korban dan para eks kombatan belum tersentuh program reintegrasi dan rehabilitasi.  Demikian benang merah pembicaraan yang disampaikan oleh Kautsar, Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) DPR Aceh saat bertandang dan berdialog dengan Deputi IV Kantor Staf Presiden di Bina Graha, 25/8/2015.

Saat ini Rancangan Qanun (Raqan) Badan Penguatan Perdamaian Aceh (BP2A) sedang dibahas oleh DPRA dan Pemerintah Aceh sebagai badan baru yang akan menggantikan BRA.  “Namun besarnya permasalahan yang akan ditangani lembaga baru ini, perlu adanya dukungan dan fasilitasi pemerintah,” ujar Kautsar, kemeja biru berdiri kedua dari kanan.

“Keterlibatan Pemerintah (Pusat) akan sangat menentukan keberhasilan program tersebut.  Karena program reintegrasi dan rehabilitasi ini merupakan mandat Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki yang sudah tertuang dalam UU No. 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh”, demikian tegas Ketua Fraksi Partai Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Eko Sulistyo Deputi IV Kantor Staf Presiden menyatakan akan membuat laporan dan rekomendasi kepada Kepala Staf Kepresidenan untuk menindaklanjuti permasalahan ini.

Close