Kongres Masyarakat Adat dan Pesan Pemerataan Ekonomi

Kongres Masyarakat Adat dan Pesan Pemerataan Ekonomi

Kongres Masyarakat Adat dan Pesan Pemerataan Ekonomi

DELI SERDANG – Presiden Jokowi  terus mengembangkan pemerataan ekonomi dan ekonomi berkeadilan. Pembangunan ekonomi masyarakat berbasis hutan dan jasa lingkungan  menjadi bukti nyata perwujudan pemerataan ekonomi dan ekonomi berkeadilan itu.

Pesan ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki yang hadir dalam ‘talk show’ membuka Kongres Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) V di Kampung Tanjung Gusta, Deli Serdang, Jumat, 17 Maret 2017.

Pemerintah menegaskan terus melanjutkan penetapan hutan kepada masyarakat adat dan menjadikan program ini sebagai agenda nasional. Penetapan sekitar 13.122,3 hektar hutan pada akhir 2016, hanya langkah awal.

Dalam pembukaan kongres ini, sekaligus diumumkan adanya penetapan hutan adat baru dua komunitas serta rencana melepaskan satu wilayah dari konsesi perusahaan.

Penetapan hutan adat baru itu yakni pengakuan hutan adat Kulawi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah seluas 756 hektar, terdiri dari 315 alokasi penggunaan lain dan 405 hektar hutan produksi terbatas. Selain itu, hutan adat Masyarakat Adat Tapang Semadak, Sekadau, Kalimantan Barat seluas 40,5 hektar.

Kementerian Lingkungan Hidup dan juga sedang menyiapkan pengembalian 7.000-an hektar hutan adat dari perkebunan kayu, PT Toba Pulp Lestari serta penetapan beberapa hutan desa.

Pemerintah juga menyiapkan mengenai akses finansial bagi masyarakat hutan adat, sebagaimana telah dibahas beberapa kali bersama berbagai unsur penting termasuk BLU Kehutanan, perbankan, dan sumber finansial lain seperti tropical landscape financial facilities atau kerjasama dengan dunia usaha.

“Dukungan akses pasar sangat penting. Karena hutan sosial tanpa akses pasar akan sulit berkembang. Dalam hal ini telah dirancang dan sedang dipersiapkan sistem off-taker bentuk kerjasama kelompok hutan tanaman rakyat dengan industri,” kata Siti Nurbaya.

amantabuh1Pola ini, kata Siti, sudah dimulai di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Akses pasar lain, juga dibantu dengan pengembangan gerai-gerai atau informasi pemasaran. Ia bisa gerai langsung dibantu unit pelayanan terpadu (UPT) maupun kementerian atau dinas sebagai pusat penjualan dan pendaftaran online merek-merek hasil hutan sosial termasuk hutan adat seperti madu hutan, minyak kayu putih, kain tenun, pewarna, rotan dan lain-lain.

Fasilitasi lain yang sedang didorong berkaitan upaya mengatasi persoalan-persoalan terkait proses-proses hukum masyarakat adat dari peristiwa masa lalu.

“Secara konkret, Bapak Presiden memerintahkan saya, Kapolri dan KSP untuk menyelesaikan,” kata Siti.

SEKJEN BARU

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengungkapkan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) akan diundang ke Istana  untuk membahas hasil KMAN V. “Presiden ingin mendengar sendiri hasil kongres nanti langsung dari panitia dan perwakilan masyarakat adat di provinsi,” kata Teten Masduki.

Sebelumnya, Presiden dijadwalkan membuka kongres ini, namun karena alasan teknis, akhirnya kongres dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mewakili Presiden Jokowi. Untuk itu, Presiden akan mengundang masyarakat adat ke Istana membicarakan hasil Kongres Masyarakat Adat V.

Kongres ini akhirnya memilih Rukka Sombolinggi sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMAN untuk periode 2017-2022. Perempuan adat asal Toraja, Sulawesi Selatan, ini terpilih setelah menyisihkan empat kandidat Sekjen AMAN lainnya, yakni Mina Setra, Eustobio Renggi, Arifin ‘Monang’ Saleh, dan Simpun Sampurna.

Selain menunjuk Sekjen AMAN periode 2017-2022, KMAN V juga telah memutuskan kongres berikutnya pada 2022 akan berlangsung di Papua, sedangkan Rapat Kerja Nasional 2019 akan dilaksanakan di Sulawesi Utara.

Kongres V juga memilih anggota Dewan Masyarakat Adat (Damanas) dipimpin oleh Hein Namotemo, serta menetapkan anggota komunitas AMAN baru yang kini berjumlah 2.332 komunitas masyarakat adat.

amanbareng

 

Close