Kementerian Kominfo Terus Lakukan Konsolidasi Kanal Pemberitaan Pemerintah

Kementerian Kominfo Terus Lakukan Konsolidasi Kanal Pemberitaan Pemerintah

Kementerian Kominfo Terus Lakukan Konsolidasi Kanal Pemberitaan Pemerintah

YOGYAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika aktif melakukan konsolidasi internal dalam rangka meningkatkan kinerja. Peningkatan ini diperlukan untuk semakin meningkatkan distribusi informasi tentang capaian-capaian program Pemerintah, sekaligus memberikan klarifikasi-klarifikasi yang diperlukan apabila muncul informasi-informasi menyesatkan yang berkembang di masyarakat.
Untuk kali ketiga, konsolidasi itu dilakukan di lingkungan pegawai kehumasan dan pengelola media sosial di lingkungan pemerintah daerah di Jawa Tengah dan DIY. Konsolidasi dilakukan di Yogyakarta, 15 Mei 2017 dengan menghadirkan narasumber Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Rosarita Niken Widiastuti, Staf Ahli Kominfo bidang Hukum Henri Subiakto, dan Ketua Tim Social Media Crisis Center Kantor Staf Presiden Alois Wisnuhardana.

Niken Widiastuti dalam paparannya menjelaskan perubahan-perubahan pola konsumsi informasi yang berlangsung di masyarakat. Perubahan ini, menuntut pula adanya perubahan dalam cara menyampaikan informasi serta medium-medium yang digunakan.

Sementara itu, Henri Subiakto memaparkan, dengan jumlah pengguna internet yang sangat besar, fokus perhatian para pengguna internet ini tidak lagi berfokus pada satu atau beberapa topik secara mendalam. “Yang dilakukan oleh generasi-generasi sekarang ini adalah skimming dan scanning untuk setiap informasi,” ujar Henri. Akibatnya, kebenaran informasi tidak lagi menjadi relevan dan penting. Pola konsumsi informasi yang sedemikian, tidak memberikan ruang bagi adanya verifikasi untuk mencari kebenaran informasi yang akurat, karena pengguna dipaksa untuk melompat dari informasi yang satu ke informasi yang lain secara cepat.

jog2Sementara itu, Alois Wisnuhardana mengutarakan, jenis-jenis informasi menyesatkan yang berkembang di masyarakat itu sekarang ini levelnya sudah bermacam-macam. “Yang paling ringan adalah yang berbentuk satire. Tapi ada pula kelompok, orang, individu, yang secara sengaja melakukan fabrikasi dan produksi informasi yang menyesatkan untuk kepentingan tertentu,” ujar Alois.

Selepas mendapatkan paparan dari ketiga narasumber, para peserta kemudian diminta untuk menyusun rencana kerja kongkret bagaimana alur informasi diproduksi dan didistribusikan.

jog3

Close