Kebun Binatang Harus Punya Fungsi Edukasi dan Konservasi Satwa

Kebun Binatang Harus Punya Fungsi Edukasi dan Konservasi Satwa

Kebun Binatang Harus Punya Fungsi Edukasi dan Konservasi Satwa

SEM

JAKARTA- Kebun Binatang harus dapat berfungsi tidak hanya sebagai wahana rekreasi warga melainkan memiliki fungsi edukasi dan konservasi satwa. “Sehingga satwa spesies langka dan endemik tersebut tidak punah bahkan makin bertambah koleksinya,” ucap Presiden Joko Widodo ketika bertemu dengan Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) yang dipimpin Ketua Umum PKBSI Rahmat Shah di Istana Merdeka, Rabu 30 September 2015.

Presiden juga mengharapkan area Kebun Binatang tidak berkurang, bahkan jika dimungkinkan justru bertambah luasnya, sehingga area Kebun Binatang dapat berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota. “Dan berkontribusi terhadap perbaikan kualitas udara kota dan sebagai catcment area atau daerah tangkapan air,” ujar Presiden.

Rahmat mengatakan bahwa PKBSI memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan dan kemajuan pengelolaan Kebun Binatang sebagai lembaga konservasi yang memiliki peran sebagai sarana konservasi dan edukasi. Selain itu juga berperan sebagai tempat rekreasi yang sehat dan terjangkau bagi masyarakat. Hal ini, kata Rahmat, dibuktikan dengan jumlah pengunjung mencapai 10 juta/tahun. “Menunjukkan bahwa kebun  binatang merupakan salah satu tujuan wisata keluarga yang favorit,” ujar Rahmat.

PKBSI dibentuk tanggal 5 November 1969 dan merupakan organisasi profesi yang menaungi 52 Kebun Binatang/Lembaga Konservasi di seluruh Indonesia. PKBSI telah menjalin kerjasama dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk pembinaan Lembaga Konservasi di Indonesia.

Close