Jelaskan Fungsi KSP sebagai Think Tank Pemerintah pada Mahasiswa S-2 Unibraw

Jelaskan Fungsi KSP sebagai Think Tank Pemerintah pada Mahasiswa S-2 Unibraw

Jelaskan Fungsi KSP sebagai Think Tank Pemerintah pada Mahasiswa S-2 Unibraw

JAKARTA - Kantor Staf Presiden yang berdiri berdasarkan Peraturan Presiden No. 26/2015 memiliki fungsi utama untuk memberi dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden atas pengendalian program-program prioritas nasional. Selain itu, KSP juga bertugas menerima aspirasi para pemangku kepentingan melalui dialog antara berbagai pihak.

Pemaparan itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Wandy Tuturoong saat menerima kunjungan dari 19 mahasiswa-mahasiswi program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya, Selasa, 17 April 2018. Audiensi ini untuk mengenal lebih dalam mengenai peran dan fungsi Kantor Staf Presiden terhadap pemerintahan Joko Widodo dan masyarakat Indonesia.

“KSP didesain sebagai lembaga penting yang dikoordinasikan langsung di bawah Presiden,” kata Wandy. Selain itu, KSP merupakan think tank untuk pemerintah, mengerjakan hal-hal yang bersifat substansi dan strategis untuk Presiden dan pemerintahan.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Brawijaya Rachmat Kriyantono menjelaskan, dari kunjungan ini mahasiswa Universitas Brawijaya berharap dapat mengetahui gambaran mengenai KSP berikut fungsinya dengan lebih baik lagi.

“Pada hari ini dinamika politik sangat kental yang juga ditambah dengan besarnya peran media sosial yang agresif, sehingga kami merasa masalah yang berhubungan dengan komunikasi pemerintah itu adalah hal yang penting” jelas Rachmat.

“Komunikasi politik yang dilakukan oleh KSP sangat bersinggungan dengan mata kuliah kami mengenai public relations dengan sub-tema government PR,” tambah pemilik gelar Ph.D Komunikasi and Public Relations dari School of Communication, Edith Cowan University, Western Australia ini.

img_1478Rachmat menjelaskan, Universitas Brawijaya ingin sekaligus bersilaturahmi dan membuka jalan untuk mahasiswa dan pengajar agar dapat magang atau menulis penelitian yang berkaitan dengan Kantor Staf Presiden.

Selain Rachmat, dari Universitas Brawijaya hadir juga Tenaga Ahli Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerjasama Maulina Pia Wulandari serta Kepala Program Studi Doktor Sosiologi Bambang Dwi Prasetyo,

Salah seorang mahasiswi magister ilmu komunikasi, Universitas Brawijaya, Farikha Rachmawati, berharap dengan kunjungan ini mereka dapat mengetahui mengenai manejemen isu dan krisis. “Juga bagaimana strategi KSP dalam komunikasi politik, karena banyak yang relevan dengan ilmu yang kita pelajari di kampus,” ungkapnya.

Kegiatan seperti ini bukan kunjungan pertama oleh mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia, sebagaimana Kantor Staf Presiden selalu terbuka untuk menerima aspirasi dan inovasi dari masyarakat tanpa terkecuali. Diharapkan dari kedatangan mahasiswa-mahasiswi Universitas Brawijaya ini dapat membuka mata mereka mengenai struktur dan peranan KSP dalam mendukung program prioritas pemerintah.

img_1557

Close