Jawa Timur Semarakkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018

Jawa Timur Semarakkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018

Jawa Timur Semarakkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018

SURABAYA – Hari Disabilitas Internasional 2018 memiliki arti istimewa bagi masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari peringatan HDI yang diselenggarakan di banyak wilayah, seperti Surabaya, Trenggalek, Pidie, dan kota-kota lain di seluruh Indonesia. Di samping itu, antusiasme masyarakat juga tercermin dari tagar #HariDisabilitasInternasional #HDI2018 #IndonesiaRamahDisabilitas yang menjadi tiga teratas trending topic di media sosial Twitter Indonesia.

Dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini, Pemerintah Indonesia mencanangkan tema nasional bertajuk “Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas” guna mendorong daerah-daerah di seluruh Indonesia untuk semakin ramah bagi penyandang disabilitas. Adapun acara puncak Hari Disabilitas Nasional diselenggarakan pada 3 Desember 2018 di Summarecon Mall Bekasi dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Pada 1-2 Desember 2018, Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jaleswari Pramodhawardani berkesempatan menghadiri rangkaian acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Dalam acara yang sama, turut hadir Emil Dardak, Wakil Gubernur Terpilih Jawa Timur. Rangkaian acara ini terdiri dari Malam Keakraban dan Pentas Seni (1 Desember) dan Jalan Sehat bersama (2 Desember).

Jaleswari memulai sambutannya dengan mengingatkan hadirin akan kesuksesan Asian Para Games 2018 bulan Oktober lalu. Penyelenggaraan Asian Para Games 2018 yang sukses menunjukkan bahwa Presiden senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menginspirasi dengan menorehkan prestasi bangsa dan menciptakan kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia.by2

Jaleswari menambahkan bahwa komitmen terhadap kesejahteraan penyandang disabilitas telah tercantum dalam Nawacita.“Komitmen itu kemudian diterjemahkan dalam RPJMN 2015-2019 yang menyebutkan bahwa pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas masuk ke dalam fokus untuk percepatan pemerataan ekonomi dan keadilan sosial,” kata Jaleswari.

Di samping itu, di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia mengesahkan UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sebagai payung hukum sekaligus mandat untuk menghormati, melindungi, memenuhi dan memajukan hak-hak penyandang disabilitas yang memiliki kebutuhan khusus dalam perspektif persamaan dan kesetaraan hak.

Jaleswari menutup sambutannya dengan menyampaikan harapan bahwa serangkaian kegiatan jalan sehat dan pentas seni yang diselenggarakan di Surabaya dan daerah-daerah lain dapat menjadi media untuk menyebarkan kepedulian dan kesadaran tentang kesetaraan hak bagi para penyandang disabilitas sehingga dapat mewujudkan Indonesia yang menjunjung keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Close