Jaga Demokrasi, Gemakan Literasi Digital

Jaga Demokrasi, Gemakan Literasi Digital

Jaga Demokrasi, Gemakan Literasi Digital

JAKARTA - Penggunaan sosial media atau internet aman selalu dilawankan dalam kebebasan berekspresi atau mengeluarkan pendapat. Untuk itu, literasi digital secara berkesinambungan di banyak tempat dan kepada berbagai lapisan masyarakat amat penting sebagai upaya membangun kapasitas masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam menggunakan internet.

Pernyataan itu disampaikan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Eko Sulistyo dalam Diskusi Kelompok Terarah (FGD) Kantor Staf Presiden bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika bertema ‘Literasi Digital dan Tata Kelola Intenet’ di Gedung Sekretariat Negara, Senin, 12 Maret 2018.

“Penggunaan internet yang tidak bertanggungjawab bisa mengancam demokrasi,” kata Eko Sulistyo. Ia menamahkan, negara dapat melakukan tindakan hukum kepada siapapun yang membuat konten terkait hal-hal yang mengandung ujaran kebencian atau mengatasnamakan SARA.

eko2FGD ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran public terhadap keamanan dan etika di internet. Peserta dari FGD berasal dari berbagai instansi seperti filmmaker, pengajar media, penggiat media sosial, blogger, Masyarakat Anti Fintah Indonesia, dan berbagai komunitas lain.

Salah seorang pemateri, Donny Budi Utoyo memaparkan bahwa literasi media yang rendah dapat menyuburkan ladang hoaks di masyarakat. Ia pun memberi beberapa tips, “Kalau dapat berita dan berita tersebut belum tentu benar, jangan sebarkan. Kalau dapat berita dan sudah benar, tapi tidak bermanfaat, juga tidak perlu disebarkan,” jelas Donny.

Pendiri ICT Watch ini berharap diskusi serupa dapat dilanjutkan ke berbagai daerah di Indonesia. Adapun materi tentang literasi media dapat disebarluaskan ke siapapun secara cuma-cuma dengan mengunduhnya melalui situs literasidigital.id. “Ada 17 buku yang berkaitan dengan literasi digital, bisa dibagikan secara luas agar kesadaran publik semakin luas,” kata pria yang kini menjadi Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika ini.

“Ingat, think before you share, saring sebelum sharing,” kata Indriyatno Banyumurti, pemateri lain dari ICT Watch.

binyo

Close