Internet dan Perubahan Budaya Manusia

Internet dan Perubahan Budaya Manusia

Internet dan Perubahan Budaya Manusia

 

NUSA DUA- World Culture Forum digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, 10-14 Oktober 2016 merupakan forum yang membahas isu-isu terkait budaya yang dirancang sebagai platform untuk bertukar pikiran, ide dan pengalaman dengan strategi dan cara baru untuk menempatkan budaya menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Ini merupakan kali kedua Indonesia untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah WCF, setelah yang pertama pada 2013.

Deputi II Kantor Staf Presiden yang membidangi isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis Yanuar Nugroho menjadi salah satu narasumber dalam rangkaian simposium hari ketiga dengan tema ‘Culture in New Digital World’. Yanuar menyampaikan poin-poin penting dalam dunia digital yang harus dicermati sebagai potensi maupun sebagai hal yang perlu diwaspadai. “Era internet telah mengubah hubungan dalam kehidupan masyarakat karena menyajikan bentuk-bentuk baru dalam praktik budaya manusia. Di sinilah literasi internet menjadi penting,” kata Yanuar.

Yanuar juga memberikan apresiasi tinggi kepada Belva Devara, pendiri ruangguru.com, start-up pendidikan teknologi terbesar di Indonesia. “Belva merupakan contoh generasi muda yang mampu mengisi ruang kebudayaan di dunia digital baru,” puji Yanuar. Ia percaya anak-anak muda Indonesia memiliki potensi besar untuk mengambil peran di dunia digital.

Narasumber lain dalam simposium ini adalah Jill Cousin, Direktur Eksekutif Europeana dan Ahn Kwang Han, CEO MBC Plus Media dari Korea Selatan. Ahn Kwang Han menekankan pentingnya membuat konten berkualitas untuk digital media dan juga produk berkualitas untuk televisi.

Pembicara lain dari Indonesia, Dien Syamsuddin menyampaikan paparan tentang ‘Cultural Diversity and Collective Responsibility’. Salah satu poin penting yang disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini yakni tentang Islam dan pluralisme.

Close