Indonesia Potensial Pimpin Inisiatif Global Pengunaan Energi Terbarukan

Indonesia Potensial Pimpin Inisiatif Global  Pengunaan Energi Terbarukan

Indonesia Potensial Pimpin Inisiatif Global Pengunaan Energi Terbarukan

Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemimpin dunia dalam penggunaan energi terbarukan. Hal ini mengemuka dalam diskusi antara Kepala Staf Kepresidenan, Luhut B. Pandjaitan dengan  Sanjaj Kumar, Direktur Eksekutif Climate Parliament, dan Sanjaj Jaiswal anggota DPR India, di Jakarta, Senin 31 Agustus 2015.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh  Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho, dan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, Eko Sulistyo,serta Tenaga Ahli Utama, Binny Buchori, Sanjay Kumar menyatakan Indonesia memiliki sumberdaya energi terbarukan yang sangat besar seperti matahari, air, dan angin. Dengan modal ini, Indonesia bahkan dapat menjadi negara pengekspor energi terbarukan.

Indonesia, menurut Sanjay Kumar, sangat bisa mendirikan industri manufaktur di bidang energi terbarukan, kemudian juga mengekspornya.  Hal ini sudah dilakukan oleh beberapa negara seperti Cina dan India. India bekerja sama dengan Nepal, Bangladesh dan Bhutan, berbagi energi terbarukan yang diproduksinya.

Luhut B. Pandjaitan menyampaikan terimakasih atas kunjungan Climate Parliament dan gagasan yang disampaikan. Luhut menjelaskan bahwa energi merupakan salah satu program prioritas Presiden, dan energi terbarukan menjadi salah satu perhatian yang serius bagi Pemerintah Indonesia. Menurut Luhut, pemerintah telah memulai berbagai insiatif untuk menghasilkan energi alternatif seperti tenaga surya dan geo-thermal.

Luhut menyatakan tertarik atas potensi Indonesia menjadi pengekspor energi terbarukan. Salah satu hal yang menjadi perhatian Luhut adalah harga listrik yang dihasilkan serta kemampuan energi terbarukan untuk menghasilkan listrik dalam jumble besar.

Studi yang dibuat oleh Climate Parliament  menunjukkan bahwa harga listrik menjadi sangat murah yaitu US $ 5 cent per kilowat, sementara  teknologi yang sudah maju mengubah sumber-sumber energies terbarukan mampu memproduksi listrik dalam jumble yang besar.

Menurut Luhut kunjungan Climate  Parliament dengan membawa informasi dan data sangat bermanfaat. Jejaring internasional yang dilengkapi dengan berbagai data akan membuat program-program pemerintah lebih baik.

Climate Parliament adalah organisasi international yang berkedudukan di London Dan aktif mengadvokasikan isu-isu perubahan iklim. Climate Parliament beranggotakan anggota parlemen dari berbagai negara, antara Spanyol, India, Finlandia  dan Inggris.

Close