Guru Pembangun Jiwa, Pencipta Kekuatan Negara

Guru Pembangun Jiwa, Pencipta Kekuatan Negara

Guru Pembangun Jiwa, Pencipta Kekuatan Negara

 JAKARTA - Negara sangat mengapresiasi tinggi segala seluruh dharma bakti dan peran serta para guru dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia. Apalagi, para guru ini memiliki tantangan yang tak mudah dalam menjalankan profesinya.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat membuka Konferensi Kerja Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia di Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019.

Moeldoko bahkan menekankan lirik Mars PGRI ciptaan Basuki Endropranoto berbunyi, “Kitalah pembangun jiwa, pencipta kekuatan negara.”gm1

“Jadi, bukan TNI, melainkan gurulah yang menjadi kekuatan negara. Hanya dengan pendidikan, nasib seseorang atau sebuah bangsa ditentukan,” ungkap mantan KSAD dan Panglima TNI itu.

Tema Konferensi Kerja Nasional PGRI  kali ini yakni ‘PGRI Sebagai Penggerak Perubahan Menuju Pendidikan Abad ke-21’. Moeldoko memandang tema itu sangat visioner, dan sesuai dengan sikap Presiden Joko Widodo yang sangat memahami betapa pentingnya peran guru.

“Presiden Jokowi sangat perhatian dengan dunia pendidikan. Terbukti dengan mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar sebanyak 18 juta lebih, Kartu Indonesia Sehat sebanyak 93 juta lebih serta program Keluarga Harapan bagi anak anak yang ingin sekolah tetapi tidak mampu,” paparnya.gm3

Moeldoko mengingatkan agar permasalahan maraknya intoleransi menjadi atensi serius untuk ditangani karena sebanyai 90 persen orang Indonesia menggunakan media sosial berbicara politik dan 80,4 persen berbicara mengenai SARA dalam kesehariannya.

“Pemerintah berharap, PGRI tidak membiarkan berkembangnya potensi intoleransi dan radikalime. Jangan dibiarkan jadi kekuatan nyata,” kata Moeldoko, seraya menegaskan bahwa langkah menangkal intoleransi dan radikalisme ini hanya dapat dilakukan oleh para guru dalam area pendidikan.

Di akhir sambutan, Moeldoko menekankan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh untuk PGRI menjadi sebuah wadah perjuangan para guru dan sebagai organisasi profesi.    gm4

PGRI melawan hoaks

Dalam acara yang dihadiri 500 guru ini, Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi menjelaskan bahwa sebagai organisasi profesi yang lahir sebagai anak kandung revolusi kemerdekaan Indonesia, hanya 100 hari setelah Indonesia merdeka, PGRI semakin memantapkan diri menjadi kekuatan moral intelektual bangsa.

“PGRI menjadi mitra strategis dengan pemerintah pusat dan daerah dalam memberantas kebodohan, menjaga kerukunan serta menjadi yang terdepan dalam melawan hoaks dan ujaran kebencian,” kata Unifah Rosyidi.gm2

Close