Generasi Millennial Responsif Hadapi Perubahan

Generasi Millennial Responsif Hadapi Perubahan

Generasi Millennial Responsif Hadapi Perubahan

PADANG - Peran generasi muda dalam pembangunan bangsa sangat vital. Perbedaan pandangan antar generasi sebaiknya tak melemahkan karakter khas yang dimiliki ‘Generasi Millenial’. Apalagi, pemimpin bangsa saat ini terbukti memiliki kepercayaan dan mendorong berkembangnya potensi anak-anak muda kekinian.

“Dalam beberapa kesempatan di pidatonya, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa generasi muda adalah kekuatan besar yang dimiliki oleh bangsa ini dalam mendorong perubahan,” tegas Deputi V Kepala Staf Kepresidenan bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani dalam acara bertajuk ‘Peta Kaum Muda Indonesia’ yang digelar Tempo Institute di Padang, Sumatera Barat, Selasa, 12 September 2017.

Direktur Eksekutif Tempo Institute, Mardiyah Chamim, memaparkan, Peta Kaum Muda Indonesia ini merupakan serial diskusi dengan fokus peserta orang-orang muda dengan tujuan untuk merekam serta memetakan karakter, pemikiran, gagasan, dan kerisauan melihat kerangka keadaan Indonesia.

Dari diskusi ini terdapat berbagai pandangan yang disuarakan oleh generasi muda di wilayah kota Padang dan sekitarnya terhadap kondisi Indonesia saat ini. “Mulai dari kerisauan terhadap terkikisnya nilai-nilai kebhinnekaan, kurang berminatnya generasi muda untuk membangun desa, hingga tantangan-tantangan isu kepemudaan lainnya,” urai Mardiyah.

buil2Menanggapi berbagai pandangan generasi muda ini, Jaleswari memaparkan hasil riset mengenai generasi Y, di mana terdapat sentimen negatif dari golongan non-millennial dalam memandang ‘Generasi Y’. “Secara umum terdapat anggapan bahwa generasi Y adalah generasi yang tidak sabar dan cenderung lemah di bawah tekanan,” ungkapnya.

Namun, sentimen itu tidak berlaku untuk Presiden Jokowi yang justru memiliki optimisme tinggi terhadap generasi Y, sebagai generasi yang kreatif dan adaptif dalam merespon perubahan. “Optimisme Presiden seharusnya jadi modal dasar dan motivasi generasi muda Indonesia untuk berkolaborasi memecahkan persoalan-persoalan bangsa,” pungkas Jaleswari.

Close