Gagasan Pertahanan Nasional dari Forum Mahasiswa

Gagasan Pertahanan Nasional dari Forum Mahasiswa

Gagasan Pertahanan Nasional dari Forum Mahasiswa

JAKARTA- Kamis, 22 September 2016, Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani menerima sejumlah delegasi mahasiswa yang mewakili Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (FKMHII) wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Delegasi mahasiswa program studi Hubungan Internasional dari 16 universitas ini datang untuk menyampaikan recommendation paper yang telah mereka buat mengenai peningkatan kemandirian industri pertahanan nasional dalam sektor kemaritiman.

Florian, perwakilan dari Binus Nusantara dan Khansa, mahasiswa President University mempresentasikan 14 gagasan FKMHII. “Kami mendorong pemerintah untuk mengembangkan teknologi dan menemukan inovasi dalam industri pertahanan khususnya sektor maritim,” kata Florian. Selain itu, mahasiswa berharap pemerintah lebih mengoptimalkan institusi litbang seperti LIPI dan keterlibatan perguruan tinggi dalam melakukan inovasi teknologi untuk membangun kemandirian industri pertahanan.

Sementara itu, Khansa menyampaikan poin berikutnya dalam rekomendasi mereka, yakni agar pemerintah mengembangkan teknologi militer menjadi teknologi yang bersifat dual use, yang dapat digunakan baik oleh militer atau pun sipil. “Ini untuk mengantisipasi saat permintaan pada pasar pertahanan tidak terlalu tinggi, maka kelangsungan produksi tetap dapat berjalan untuk produk lain yang berbasis sipil,” paparnya.

20160922_143321

Butir-butir rekomendasi lain yakni agar kementerian dan institusi pendidikan terkait memasukkan materi tentang Indonesia sebagai poros maritim dunia yang di dalamnya juga berisi ide kemandirian industri pertahanan maritim. Juga menekankan pentingnya sinergitas antar perusahaan strategis BUMN dengan cara pembentukan perusahaan induk (holding company) yang lebih kuat dan terarah untuk mengintegrasikan pelaku industri strategis tanah air.

Jaleswari mengaku sependapat dengan poin-poin itu, namun ia menjelaskan pada kenyataannya tidak semua gagasan bisa dicapai dengan mudah. “Indonesia dari dulu memang memiliki kekurangan dalam masalah pengembangan teknologi. Namun, konsep technopark Presiden Jokowi merupakan cikal bakal pendorong industri teknologi,” katanya.

Jaleswari mengutip pernyataan pahlawan nasional Yos Sudarso bahwa Indonesia butuh sinergi antara akademisi, pemerintah, praktisi, dan para pelaku industri. “Selain itu kita harus memikirkan dengan matang grand design tentang apa yang ingin dicapai dan diperoleh dari pembangunan kekuatan pertahanan di Indonesia," ungkapnya.

Close