Dubes Saudi Usulkan Uang Digital Negara-Negara Islam

Dubes Saudi Usulkan Uang Digital Negara-Negara Islam

Dubes Saudi Usulkan Uang Digital Negara-Negara Islam

JAKARTA- Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia HE Osamh Mohammed Abdullah Shuibi mengusulkan penggunaan uang digital di negara-negara Islam. Selain memudahkan transaksi, tujuan utamanya mengurangi dominasi dolar Amerika.

“Namanya Noorcoin, uang digital syariah pertama, bisa digunakan untuk pelayanan umrah dan haji, serta transaksi antar negara,” kata Osamh saat bertemu Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, di Kantor Staf Presiden, Selasa, 9 Oktober 2018.

Osamh datang bersama fouder dan CEO Noorcoin, Sofia Koswara. Dalam perbincangan bersama Moeldoko, Ia mengusulkan launching penggunaan Noorcoin sebagai uang digital dilakukan di sela-sela sidang tahunan Islamic Chamber of Commerce, Industry & Agriculture (ICCIA) The Organisation of Islamic Cooperation (OIC) tanggal 22-23 Oktober 2018 di Jakarta. Pertemuan ini rencananya dihadiri 57 negara-negara Islam.

“Kita berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama PM Malaysia Mahatir Mohamad dan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi yang memimpin launching ini,” kata Osamh.

img_9973

Menurutnya, penggunaan uang digital, di masa mendatang akan sangat dibutuhkan. Ada tiga kelebihan yang dimiliki Noorcoin yaitu transparan, aman dan low cost.

“Saat ini beberapa negara mengalami pelemahan mata uang terhadap dolar Amerika. Kita harus punya alternatif,” ujarnya.

Sofia Koswara menambahkan, kerajaan Arab Saudi sangat serius menjajaki penggunaan Noorcoin. Bank di Arab Saudi hingga Dewan Zakat di negara itu mulai memikirkan penggunaan uang digital sebagai alternatif transaksi keuangan jangka panjang.

“Noorcoin sudah dapat sertifikat syariah. Kita tahu, Pak Jokowi sangat bangga dengan start up company, seperti Gojek, Tokopedia dan Traveloka, kita yakin Noorcoin akan mencapai percepatan dalam beberapa bulan,” katanya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melihat positif usulan yang disampaikan. Menurutnya, persatuan negara-negara Islam yang tergabung di Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di bidang ekonomi dan perdagangan harus terus ditingkatkan. Karena itu, momentum ICCIA OIC bisa menjadi pemersatu.

Close