bu-dani-slider-web-ksp

Jaleswari Pramodharwardani

Ia tumbuh ditengah kehidupan militer Indonesia sedari kecil. Ayahnya seorang TNI dengan waktu mengabdi terbilang lama. Tak heran, ia selalu berusaha membanggakan kedua orang tuanya.

Perempuan kelahiran Surabaya 53 tahun lalu ini aktif dalam berbagai kegiatan informal, khususnya menyangkut Hak Asasi Manusia (HAM). Dani pun kemudian dikenal sebagai aktivis yang giat menyuarakan pendapatnya tentang HAM dan dunia militer. Ia pantang menerima anggapan bahwa perempuan tidak boleh bebas mengeluarkan aspirasinya dalam bidang apapun. Master Kajian Wanita Universitas Indonesia ini meretas karir risetnya mulai dari peneliti bidang kemasyarakatan dan budaya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, anggota Indonesian Institute serta mendirikan Local serta Government studies (LOGOS).

Dani dikenal sebagai sosok wanita yang berani mengeluarkan pendapat melalui tulisan. Ini sebagai dukungan menjunjung hak-hak setiap warga negara yang memilih untuk tidak mengambil pilihan-pilihan yang sudah dikonstruksikan masyarakat. Menurutnya, yang paling penting setiap orang harus memiliki pilihan hidupnya masing-masing tanpa terbebani stigma masyarakat.

Ibu dua anak ini mengungkapkan tiga kata yang ditanamkan kepada putrinya sejak kecil yakni ‘Tolong’, ‘Maaf’ dan ‘Terimakasih’. Ia meyakini dengan kata-kata itu, anaknya dapat belajar bertoleransi dan tenggang rasa.

Sesuai Trisakti, Presiden Jokowi punya cita-cita pada tiga hal: berdaulat dalam bidang politik, berkemandirian dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

Kedaulatan dalam bidang politik baginya yaitu Politik luar negeri harus bebas aktif, bahwa Indonesia tidak punya afiliasi dengan negara manapun. Soal pertahanan keamanan, bagaimana memperkuat pertahanan negara ini. Begitu juga dengan berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

Close