Slide background

Eko Sulistyo

Eko Sulistyo, anggota Tim Nasional Pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014 lalu yang membawahi dan mengkoordinasikan kelompok-kelompok relawan. Mantan aktifis mahasiswa era 90-an dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Kota Solo 2003-2008 ini telah membantu Presiden Jokowi sejak menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Alumnus terbaik Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret (UNS) 1994 ini juga dikenal sebagai operator “blusukan” Jokowi – istilah yang menjadi cara Jokowi dalam membangun dan mengelola komunikasi politik dengan warga masyarakat, yang sekaligus juga sebagai media kontrol untuk pengecekan dan pengawasan pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32/M-Tahun 2015 Tentang Pengangkatan Deputi di Lingkungan Kantor Staf Presiden, Eko Sulistyo diberi mandat sebagai Deputi IV yang membidangi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi. Pria kelahiran Kendal, 48 tahun lalu ini sejak mahasiswa cukup aktif di pergerakan dan pers mahasiswa. Pada 1989-1990 pernah menjadi Koordinator Ikatan Mahasiswa Solo (IMS), sebuah organisasi mahasiswa yang berbasis di luar kampus di Solo. Tahun 1989-1991 pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah KALPADRUMA, Fakultas Sastra, UNS. Selama tahun 1989-1991, sangat aktif terlibat dalam pengorganisasian dan advokasi rakyat di Kedung Ombo, tergabung dalam Komite Solidaritas Korban Pembangunan Kedung Ombo (KSKPKO) dan beberapa advokasi kasus rakyat di beberapa daerah bersama mahasiswa dari beberapa kota.

Eko juga dikenal sebagai aktifis LSM dan membidani pendirian beberapa LSM di kota Solo. Pernah menjadi Direktur Penelitian dan pengembangan Informasi di Gita Pertiwi Ecolocical Studies Project (1999-2001); Koordinator Konsorsium Monitoring dan Pemberdayaan Institusi Publik (2001-2003); dan salah satu pendiri Solidaritas Perempuan untuk Hak Asasi Manusia (SpekHam). Selain aktif di LSM, juga cukup mendalami bidang politik pemilu. Tahun 1996-1999 pernah menjadi Koordinator Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Solo dan Koordinator KIPP Jawa Tengah yang menghantarkannya belajar pengawasan pemilu di National Movement for Fair and Free Election (NAPFREL), Philipine, 1999. Setahun kemudian kembali ke Philipine untuk belajar perencanaan anggaran secara partisipatif di Institute for Popular Democracy (IPD) dan Institute for Politic Governance (IPG).

Tulisannya yang telah diterbitkan, Perubahan Sistem Pemilu dan Good Governance (Surakarta: kerjasama Ford Foundation dan Kompip, 2007); Tulisannya tentang, “Jokowi, Kerendahan Hati dan Indonesia Raya”, menjadi pengantar penutup untuk buku Michael Umbass, Solusi Jokowi (Jakarta: Gramedia, 2014). Menulis artikel di surat kabar seperti Solopos, Radar Solo, Sinar Harapan, Suara Pembaharuan, dan Pikiran Rakyat.

 

Close