Slide background

Darmawan Prasodjo

Sebelum menjabat menjadi Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Darmawan Prasodjo sangat dikenal sebagai seorang ekonom energi dan lingkungan dengan pengalaman internasional. Dalam perjalanan karirnya sebagai ekonom, Darmawan banyak melakukan analisa masalah migas dan merumuskan strategi dan kebijakan migas yang inovatif cerdas. Hasil rumusannya merupakan terobosan besar dalam sektor kebijakan energi, sehingga para senator, anggota kongres, dan bahkan Gedung Putih menggunakannya sebagai landasan untuk menyusun kebijakan energi di Amerika Serikat. Beberapa perusahaan energi terkemuka di Amerika Serikat mengadopsi hasil karyanya untuk menyusun strategi pengembangan bisnis perusahaan. Salah satu keahlian dan kefasihan Darmawan adalah tata kelola dan sistim fiskal migas. Darmawan melakukan analisa fiskal migas melalui pendekatan perilaku (behavior and game theory) sehingga mampu memberikan jawaban yang tepat dan akurat dalam memformulasikan atau mendesain strategi fiskal migas dalam berbagai kondisi. Sistim fiskal ini akan dituangkan dalam bukunya: Modeling Petroleum Fiscal System: Economic Behavior Analysis for Industry and State.

Darmawan Prasodjo lahir dan dibesarkan di Magelang, Jawa Tengah dari pasangan Almarhum Brigadir Jenderal TNI (Purn) Sadja Moeljoredjo dan Ibu Sudarti Sadja. Ayahandanya adalah seorang pejuang pendidik, dengan jabatan terakhir sebagai Kepala SMA Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah. Sedangkan Ibundanya selalu mendedikasikan hidupnya untuk mendampingi almarhum suami tercinta dan membesarkan anak-anaknya. Darmawan Prasodjo merupakan siswa SMA yang berbakat dan terpilih dalam Program Habibie tahun 1989 untuk menimba ilmu di Amerika Serikat. Darmawan meraih gelar Sarjana dan Magister Ilmu Komputer dengan minor Teknik Industri dari Texas A&M University. Program doktoral di raih pada 2011 di bidang Ekonomi Sumberdaya Alam (Natural Resource Economics) pada universitas yang sama, dimana model dalam disertasinya diadopsi oleh perusahaan energi terkemuka di Amerika Serikat sebagai strategi untuk menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) secara nasional. Berbagai penghargaan atas prestasi akademik diperolehnya selama menempuh pendidikan.

Pada akhir tahun 2012, Darmawan Prasodjo kembali dari Amerika Serikat setelah mengembara untuk mencari ilmu dan pengalaman diluar negeri selama 20 tahun. Kembalinya Darmawan tidaklah kebetulan, tetapi merupakan proses yang telah dipikirkan matang-matang. Niatnya sangat tulus: menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk ibu Pertiwi yang sangat dicintainya. Darmawan Prasodjo sadar sepenuhnya bahwa pemikiran-pemikirannya dalam bidang energi sangat diperlukan untuk mengembangkan energi nasional yang kuat yang berbasis pada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat Indonesia. Hanya dalam waktu singkat setelah kepulangannya ke Indonesia, Darmawan Prasodjo telah mengabdi pada berbagai posisi penting seperti Chairman Millennium Development Goals 2012 UKP4 di Bali, Penasehat Kebijakan Fiskal Migas di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Pengajar Global Executive Program PERTAMINA, Chief Economist di Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-I), Kepala Program Studi Green Economy di Surya University, dan Penasehat Energi Gubernur Jawa Tengah. Sejak tahun 2013, Darmawan Prasodjo juga menjadi anggota aktif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Kini, Darmawan Prasodjo mendapat amanah untuk menjadi Deputi I Kepala Staf Kepresidenan yang Bidang Pengendalian Pengendalian Pembangunan Program Prioritas. Kedeputian ini memiliki tanggung jawab penuh dalam memastikan seluruh program prioritas nasional yang merupakan pengejawantahan apa yang telah menjadi visi & misi dan janji-janji Presiden dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Dengan demikian, tidak hanya melakukan koordinasi dan pengendalian dalam rangkaian rencana aksi, penetapan sasaran, dan pencapaian program prioritas, Kedeputian I juga melaksanakan koordinasi dan menemukan hambatan dalam pelaksanaan program prioritas serta cara mengatasinya (debottlenecking). Kedeputian I juga melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, menyiapkan rekomendasi-rekomendasi strategis, serta melakukan pelaporan berkala atas pencapaian program-program prioritas.

 

Close