Daya Saing dan Kemudahan Investasi

Daya Saing dan Kemudahan Investasi

Daya Saing dan Kemudahan Investasi

"Pemerintah ingin meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya" (Nawacita butir ke-6)

JAKARTA- Daya saing menjadi kunci kemajuan dan keberhasilan bangsa. Lewat pembangunan infrastruktur, deregulasi, dan paket kebijakan ekonomi, pemerintah tengah membangun fondasi industri yang lebih kuat dan punya daya saing.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Presiden Teten Masduki saat menerima kunjungan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia di Kantor Staf Presiden, Senin 23 Mei 2016.

Pemerintah membuka kran investasi dan peningkatan kualitas buruh yang mempunyai daya saing bagus dalam rangka kompetisi. Selain itu, guna mempercepat realisasi investasi, pemerintah terus menyiapkan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur dan deregulasi adalah kunci peningkatan daya saing.

“Prinsipnya semua diberikan kemudahan. Orang mau investasi kita layani dengan mudah, logistik murah, regulasi mudah, infrastruktur yang bagus,” kata Kang Teten, sapaan akrabnya.

Namun kemudahan berinvestasi perlu didukung dengan penyiapan segala hal termasuk financial modeling. Ia mencontohkan untuk bisa bersaing seperti India yang sudah menyiapkan financial modeling kepada investor yang mau berinvestasi.

“Saat ini kita baru kampanye kemudahan regulasi, tapi selanjutnya investor harus mencari tanah, dan mengurus pembebasan lahan. Ke depannya harus lebih detail, ada financial modeling, seperti India. BKPM mereka sudah menyodorkan “menu” sebagai cara promosi,” ujarnya.

Misalnya untuk pembangunan infrastruktur, pemerintah terlebih dahulu menghitung secara bisnis sehingga investor tidak lagi melakukan studi kelayakan untuk sebuah proyek (feasibility study). Hal lain juga masalah pembangunan PLTG yang perlu mendapat jaminan supply gas.

Kang Teten juga menyinggung keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus sejalan dengan roadmap industri. Agar lapangan kerja bisa terserap dengan baik.

Sebagai informasi, laporan Perekonomian Indonesia yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia tahun 2015 menunjukkan tren iklim bisnis membaik yang ditandai dengan perbaikan peringkat Indonesia dalam ease of doing business, sehingga menopang prospek investasi ke depan. Peringkat kemudahan berinvestasi di Indonesia naik ke peringkat 109 tahun 2016 dari sebelumnya di peringkat 120. 

Turut hadir dalam pertemuan ini Deputi III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Denni Puspa Purbasari dan Ketua Departemen Ekonomi CSIS Indonesia Yose Rizal Damuri.

Close