Darmawan Prasodjo: Fighting Spirit Penting untuk Capai SDM Unggul

Darmawan Prasodjo: Fighting Spirit Penting untuk Capai SDM Unggul

Darmawan Prasodjo: Fighting Spirit Penting untuk Capai SDM Unggul

JAKARTA - SDM Unggul, Indonesia Maju. Begitu motto utama Presiden Jokowi untuk pengembangan kapasitas manusia Indonesia di periode keduanya. Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo membahasnya tuntas dalam salah satu talkshow Indonesian Petroleum Association di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis, 5 September 2019.

“Where do we go from here?,” ucap Darmawan memulai pembicaraan inti.

Usai pembangunan infrastruktur hampir di seluruh pelosok Indonesia, kini Jokowi berpindah lajur menuju tahap pembangunan selanjutnya sembari meneruskan proyek infrastruktur yang belum rampung. Berjalan paralel. Yakni pengembangan sumber daya manusia.jc7

Darmawan yang berusaha mengartikulasikan kemauan Jokowi itu bercerita. Pengembangan SDM itu akan mewujudkan pribadi yang punya daya saing tinggi di kancah global.

Sebabnya, ada pergeseran model pengembangan kapasitas dari penguasaan pengetahuan teknis menuju yang lebih majemuk. Ada potensi yang harus lebih dieksplor pemerintah bersama stakeholder terkait. Beberapa diantaranya adalah keberanian, kepemimpinan, komunikasi lingkungan dan sosial dan entrepreneurship.

“Sekarang bukan mendesain technically people, tapi global citizen,” cetusnya.

Lulusan Texas A and M ini lantas sedikit bercerita tentang masa kuliahnya di Amerika Serikat. Dia kagum dan bersyukur punya banyak jejaring pertemanan multietnis disana.

“Orang Tiongkok dan India, teman saya disana, benar-benar nekat dan berani,” ungkapnya.jc8

Sejumlah rekannya itu berani berangkat ke negeri Paman Sam hanya dengan bermodal mampu masuk dan membayar kuliah satu semester. Sedangkan, masa selanjutnya mereka harus survive. Nekat dulu, lantas terbentuk kepribadian berani ambil resiko.

“Mereka tidak dapat beasiswa. Saya melihat mereka punya fighting spirit. Pokoknya fight dulu,” jelasnya.

Menurut Darmawan, Jokowi ingin sekali membentuk karakter pemberani seperti ini. Bukan asal nekat, namun berani bersaing dengan siapapun dan bagaimanapun lawannya. Sebab, tanpa mental pemberani, maka Indonesia tidak akan mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Akhirnya kami dulu terbentuk, klien butuh atau perlu apa saja, kami akan berani dan siap memenuhi permintaannya. Harus berani dengan tantangan,” katanya.

Pria yang dikenal sebagai ahli tata kelola dan sistem fiskal migas ini lantas menyebutkan sejumlah tantangan negeri Zamrud Khatulistiwa ini. Untuk mencapai titik Global Citizen, maka SDM Indonesia dipandang penting memiliki pengalaman internasional.

Oleh karena itu, dia mempersilahkan stakeholder terkait, khususnya perusahaan migas, bisa memberi sumbangsih terhadap pengembangan SDM Indonesia. Sumbangsih itu bisa berupa memberikan peluang magang dan bekerja bagi WNI di perusahaan migas manapun.

Dia lantas mengapresiasi salah satu perusahaan migas swasta di Papua usai melakukan kunjungan kerja disana beberapa waktu lalu. Perusahaan itu telah memulai langkah strategis untuk membuka jalan pengembangan kapasitas manusia di Papua hingga menjadi karyawan yang berkemampuan global.jc3

“Ini adalah bentuk pengembangan yang lebih kompleks dan kaya. Salah satu perusahaan yang saya perhatikan dari TOP 500, perusahaan bernilai tinggi jika memiliki pendidikan dan pengembangan pengetahuan teknis yang terlembaga rapi. Ini yang tinggi sekali skornya,” ungkapnya.

Evita Najoan, Vice President HRM Conoco Phillips Indonesia, menyambut baik ide Jokowi soal pengembangan SDM Indonesia itu. Disisi lain, dia juga membenarkan apa yang disampaikan Darmawan soal perusahaan bernilai dan daya saing tinggi.

“Kami sekarang berusia 45 tahun. Prestasi negeri ini adalah ada 100 karyawan kami yang mendapat international exposure. Mereka kini bekerja di Timur Tengah, Amerika Serikat hingga ke Kanada. Orang Indonesia semua,” jelasnya.jc5

Pihak Medco Energy juga memaparkan ada 29 orang Indonesia hasil pengembangan karyawannya kini menduduki berbagai jabatan strategis di sejumlah belahan dunia.

“Ada yang menjadi Kepala Teknik hingga menduduki General Manager,” kataVice President HCGS Medco Energy Iwan Prajogi.

Andrew, Mahasiswa Pascasarjana Teknik Perminyakan, yang sempat berdialog dengan para panelis, menekankan, kesempatan karir internasional sangat penting bagi visi SDM Unggul Jokowi. Darmawan sempat menanggapi, menurut dia, peluang tersebut di tahun mendatang akan terus diperbesar meskipun kini kaum milenial juga sejatinya punya gaya intelektual tersendiri untuk menembusnya.

“Bisnis e-commerce salah satu contohnya yang sangat dikuasai milenial. Lewat online market gratisan, bahkan instagram, beberapa anak muda Jepara punya bisnis furniture yang bagus sekali. Ini yang harus ditekankan, keberanian dan cerdas melihat peluang,” ujar pria asli Magelang, Jawa Tengah ini.jc4

Close