Berbagi Pengalaman Memimpin dari Mantan Walikota Palu

Berbagi Pengalaman Memimpin dari Mantan Walikota Palu

Berbagi Pengalaman Memimpin dari Mantan Walikota Palu

JAKARTA -  Pemimpin layaknya seorang nahkoda yang sedang mengendarai kapal. Jika tidak hati-hati maka kapal bisa karam maupun tenggelam. Analogi ini menunjukan betapa besarnya peran pemimpin dalam suatu organisasi, tak terkecuali pemerintahan. Pemimpin adalah pemegang kebijakan, penentu arah keputusan dan bertangung jawab terhadap lahirnya kesejahteraan.

“Pemimpin harus berani, tetapi tetap humanis,” pesan itu ditekankan oleh Rusdi Mastura, mantan Walikota Palu, Sulawesi Tengah, selama dua periode pada 2005-2015 saat berbagi pengalaman di Bina Graha Kantor Staf Presiden pada Rabu 15 Maret 2017.

Selama masa kepemimpinannya, Rusdi atau yang akrab disapa ‘Bung Cudy’, dikenal sebagai pemimpin yang pro-rakyat. Beberapa programnya sebut saja program zero poverty, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap, hingga kepeduliannya terhadap penyelesaian HAM masa lalu berhasil mengubah wajah kota Palu menjadi lebih maju.

Berikut perbincangan dengan Rusdi yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Donggala.

Menurut Anda, apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin saat pertama kali  dipercaya untuk memimpin suatu daerah?

Yang terpenting adalah melakukan konsolidasi. Hal ini penting agar kelak kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan mendapat dukungan berbagai pihak. Selain itu, permasalahan suatu daerah juga dapat diketahui dan dicarikan solusinya.

Berdasarkan pengamatan Anda, permasalahan apa yang biasa dihadapi saat memimpin suatu daerah?

Permasalahan yang biasa dihadapi adalah kurang fokus dalam menyelesaikan suatu program dan kurangnya pengetahuan. Oleh karena itu, pemimpin harus jeli melihat potensi daerahnya. Coba gunakan analis SWOT (Strengths-kekuatan, Weaknesses-kelemahan, Oportunities-peluang, dan Threats-ancaman) dalam penyelesaiannya. Lihat dari berbagai sisi. Misalnya dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan lainnya. Coba gali sampai program itu selesai. Fokus sampai akhir!.

Selain itu saya juga melihat  penting adanya manajemen rekrutmen yang baik dalam memunculkan pemimpin. Setidaknya ada edukasi sehingga kelak pemimpin yang terpilih benar-benar sosok pemimpin yang mengerti permasalahan daerah dan memiliki pengetahuan yang mumpuni.

Bagaimana pengalaman Anda dalam menangani kasus kemiskinan?

Jadim sebenarnya kemiskinan dapat diatasi oleh daerah karena tentu daerah lebih tahu dan paham permasalahannya. Tinggal menjalin kerja sama oleh pemerintah pusat. Ingat, jika mental masyarakat kita masih easy going. Misalnya, jika kita berikan bantuan alat maka bisa saja alat tersebut dijual agar uang cepat didapatkan. Saya tidak mengubah mental itu, karena pasti membutuhkan proses yang tidak sebentar tetapi saya berusaha memotong. Kita harus mengerti betul apa budaya kita.

Saya punya pengalaman menangani kemiskinan dari tahun-ketahun. Pemberantasan kemiskan dilakukan dengan membuat beberapa kluster. Ada orang miskin yang benar-benar ia tidak punya uang. Ada kemiskinan yang ia punya uang tetapi belum dapat mencukup kebutuhan. Nah kita juga perlu ingat jika dalam kekayaan orang  kaya juga terdapat hak orang miskin. Oleh karena itu perlu dirangkul dan menjadi tanggung jawab bersama. Penting adanya kerja sama berbagai pihak misalnya swasta maupun bank.

Bagaimana cara agar program tepat sasaran?

Caranya yaitu melibatkan RT dan RW karena mereka yag lebih paham dan tahu. Disisi lain pelibatan RT dan RW juga dapat memberikan sanksi moral seperti rasa malu. Misalya ada warga sekitar yang sebetulnya tidak berhak menerima tetapi ia menerima pasti akan timbul rasa malu pada warga sekitar.

Bagaimana pengalaman Anda dalam pengelolaan pendidikan?

Ketika saya memimpin, saya memilih untuk mengadakan pendidikan terjangkau, mereka membayar biaya pendidikan sesuai kemampuan. Selanjutnya saya lakukan perbaikan pendidikan. Saya buka politeknik maupun sekolah vokasi. Perbaikan pendidikan juga hars berorientasi pada kebutuhan pasar dan lahan pengolahan. Misanya, di Palu kan memiliki potensi dari sisi pertambangan, maka kita buka SMK Pertambangan.

screen-shot-2017-03-19-at-5-31-46-pm

Bagaimana cara Anda dalam memperbaiki pelayanan kesehatan?

Berbicara tentang kesehatan kita perlu menekankan jika upaya perbaikan kesehatan bukan saja kuratif tetapi juga preventif. Keduanya harus seimbang. Oleh karena itu perlu diperkuat peran  Puskesmas dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Bukan hanya mengobati tetapi juga berperan sosial.

Bagiamana tantangan yang Anda hadapi saat memiliki gagasan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)?

Waktu itu banyak tantangan yang saya hadapi. Gagasan tersebut tentu memiliki pro dan kontra. Tetapi saya memiliki semangat dan yakin tidak ada yang tidak bisa.  Inilah penting bagi saya untuk menyampaikan jika seorang pemimpin harus berani dan pantang menyerah jika memang demi kesejahteraan masyarat. Saat pembangunan PLTU saya menghadapi berbagai rintangan baik pengurusan izin maupun mencari investor. Namun saat itu saya coba yakinkan investor dan meminta dukungan pemerintah dalam pembanguan PLTU ini.  Akhirnya presiden meresmikan PLTU itu.

Anda dikenal sebagai sosok yang humanis dan peduli terhadap penyelesaian HAM masa lalu.  Apa yang melatar belakangi kepedulian Bapak terhadap penyelesaian HAM masa lalu?

Saya saat itu secara tulus meminta maaf kepada para korban. Kita perlu menyadari jika korban HAM masa lalu pasti memiliki dampak ke lingkungan sosialnya. Oleh karena itu diharapkan dapat mendorong pengungkapan pelanggaran HAM masa lalu demi pengungkapan kebenaran dan bantuan untuk pemulihan para korban dan menciptakan perubahan paradigma.

pilih-yang-ini

 

 

Close