Audiensi Dengan Hyundai, Pererat Hubungan Kerjasama Indonesia dan Korea Selatan

Audiensi Dengan Hyundai, Pererat Hubungan Kerjasama Indonesia dan Korea Selatan

Audiensi Dengan Hyundai, Pererat Hubungan Kerjasama Indonesia dan Korea Selatan

JAKARTA – Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Moeldoko bersama dengan Deputi III Kantor Staf Presiden Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis Denni Puspa Purbasari menerima audiensi perwakilan Hyundai Engineering dan Hyundai Konstruksi pada Selasa (18/6).

Dalam upaya mempererat hubungan kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan, Hyundai menyampaikan kemampuan dan pengalamannya dalam pengembangan perekonomian, infrastruktur, pendidikan guna mendukung sumber daya manusia dan yang terpenting memberikan lapangan kerja baru di Indonesia. Pihak Hyundai berharap ikut berkontribusi dalam proyek yang saat ini sedang menjadi isu hangat di Indonesia yakni pemindahan ibu kota negara.

Hyundai siap membuatkan konsorsium dalam proyek tersebut selain itu juga permodalan dan konstruksi “Kami berharap dapat membuat hubungan kerjasama dengan BUMN terkait dengan konstruksi dan kami juga siap mengerahkan teknologi dan orang-orang yang telah berpengalaman,” kata Presiden Direktur Hyundai Engineering.

Deputi III Kantor Staf Presiden menuturkan komitmen Presiden Joko Widodo meningkatkan kerjasama antara Indonesia dengan Korea terutama pada investasi.

“Untuk meningkatkan investasi, kami menyadari kerumitan yang dialami investor jadi kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah dalam sektor tersebut guna mendukung serangkaian program Presiden,” katanya.

Kastaf Moeldoko menyambut baik upaya Hyundai untuk terus meningkatkan kerjasama dengan Pemerintahan RI. Adapun terkait dengan pemindahan ibu kota, Moeldoko menyampaikan bahwa hal ini masih dikaji dengan teliti dengan mempertimbangkan segala aspek.

“Kami menyambut baik keinginan teman-teman untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Sebenarnya rencana pemindahan ibu kota sudah lama dibicarakan sejak zaman Presiden terdahulu. Namun perkembangan terakhir saat ini adalah perencanaan yang harus lebih dikonkritkan kembali,” ujarnya.

Hal lain yang tak kalah penting selain kajian pemindahan ibu kota yang disampaikan Kastaf, ialah fokus pemerintah pada tahun 2019 ini yakni pembangunan sumber daya manusia.

Close