Anggaran Harus Jelas Kemanfaatannya

Anggaran Harus Jelas Kemanfaatannya

Anggaran Harus Jelas Kemanfaatannya

JAKARTA- Presiden Jokowi telah memerintahkan kepada seluruh menteri kabinet kerja agar anggaran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017 sesuai dengan program prioritas (money follow program).

Menurut Presiden, money follow program adalah anggaran yang mengikuti program-program prioritas Pemerintah yang telah dibuat, tidak lagi harus mengikuti organisasi kementerian/lembaga sehingga bisa terlihat kemanfaatannya.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengatakan, KSP akan mem-backup dan mempercepat kebijakan ini segera dijalankan kementerian/lembaga. Kebijakan ini sangat strategis karena merombak pola penganggaran yang berjalan selama ini.

“Ke depan tidak lagi money follow function, mestinya money follow program, tematik berdasarkan program prioritas," kata Teten saat berbincang-bincang dengan pengamat anggaran di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa 12 April 2016.

Teten juga menyampaikan arahan Presiden agar anggaran untuk program masing-masing kementerian langsung to the point, tidak menggunakan kata-kata multitafsir. Ia menyebut pengajuan anggaran dengan kata-kata pemberdayaan, peningkatan, penguatan, pengembangan sebagai anggaran ‘terselubung’ yang bisa dimanipulasi.

"Salah satu contoh bagus dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang menghilangkan bahasa-bahasa bersayap dalam penganggaran. Dari peningkatan menjadi; beli jaring, beli kapal, jadi kontrolnya mudah,” kata kang Teten, sapaan akrabnya.

Ia mengajak para tokoh atau pengamat yang berpengalaman dalam penyusunan anggaran bersama-sama merumuskan konsep penganggaran seperti yang diharapkan Presiden. KSP berencana membentuk kelompok kerja (pokja) menyusun konsep tersebut.

“Ini akan menjadi legacy yang baik,” kata Kepala Staf Presiden.

Close