Alutsista Modern Bantu Upaya Penegakan Hukum dan Pertahanan

Alutsista Modern Bantu Upaya Penegakan Hukum dan Pertahanan

Alutsista Modern Bantu Upaya Penegakan Hukum dan Pertahanan

JAKARTA- Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko menerima kunjungan tim Boeing Defense, Space & Security. Pertemuan ini membahas penyerahan Helikopter Apache tahap ketiga, yang sebelumnya sudah dilakukan penyerahan tahap pertama dan kedua pada bulan Desember 2017, dan Maret 2018.

Pertemuan berlangsung ramah dan bersahabat, terlebih Yeong – Tae Pak selaku Regional Director-SE Asia Global Sales & Marketing Defense, Space & Security, merupakan mantan tentara. Hadir pula Mr Adam DeWoskin selaku Senior Manager, Global Sales Vertical Lift Defense, Space & Security didampingi Ibu Dr Emilia yang menjabat President Director Auvia.

Menurut Moeldoko, keamanan sebuah negara bergantung terhadap alat utama sistem persenjataan (alutsista). Dengan dukungan alutsista yang modern, sangat membantu upaya penegakan keamanan dan pertahanan. Indonesia saat ini sudah memiliki 5 Helikopter AH-64E Apache.

Rencananya helikopter nanti akan ditempatkan di Pangkalan Udara Utama TNI AD (Lanumad) Ahmad Yani, Semarang. Ketiga heli ini termasuk dalam program pembelian delapan unit untuk menjamin kesiapan alutsista dalam negeri secara maksimal yang tercantum dalam rencana Minimum Essential Force (MEF) tahap kedua.

Seperti diketahui, Boeing memiliki kontribusi besar dalam perkembangan dirgantara Indonesia, tidak hanya teknologi sipil tetapi turut memiliki sumbangsih dalam alat pertahanan udara Indonesia. Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia varian Boeing 737-800, merupakan salah satu contoh nyata besarnya rasa percaya negara Indonesia terhadap perusahaan Boeing untuk mendukung mobilitas Presiden. Momentum ini juga digunakan untuk menyampaikan bahwa Boeing memiliki kemauan untuk mendukung secara partisipatif terhadap perkembangan teknologi dirgantara di Indonesia, khususnya di bidang militer. Dengan dukungan tersebut diharapkan akan terjalin hubungan jangka panjang bagi keduanya.

img_4807

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal lain yang dibahas dalam pertemuan ini terkait aksi teror yang terjadi pada Minggu 13 Mei 2018 di Surabaya. Moeldoko menyatakan bahwa terorisme adalah musuh bersama. Tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga mengancam negara–negara di dunia. Yeong – Tae Pak, menyampaikan belasungkawa dengan aksi terorisme yang terjadi di Surabaya.

“Saya menyampaikan belasungkawa kepada korban, dan saya terkesan dengan pasukan keamanan Indonesia terutama polisi yang sangat profesional,” ungkapnya.

Close