Aktor Non-Pemerintah Semakin Terlibat Dalam Pelaksanaan TPB

Aktor Non-Pemerintah Semakin Terlibat Dalam Pelaksanaan TPB

Aktor Non-Pemerintah Semakin Terlibat Dalam Pelaksanaan TPB

JAKARTA – “Sudah tiga tahun sejak Indonesia menandatangani Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs/TPB). Artinya 20 persen waktu kita sudah habis. Bagaimana dampaknya?” kata Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho dalam acara peluncuran platform TrackSDGs pada Seminar Nasional Masyarakat Sipil Indonesia dengan tema Konsolidasi Pemangku Kepentingan Dalam Pelaksanaan dan Pencapaian SDGs di Indonesia’ yang diselenggarakan oleh International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) di Hotel Aryaduta Jakarta pada tanggal 20 September 2018.

TrackSDGs merupakan platform kolaborasi dan berbagi informasi antar aktor pembangunan tentang pelaksanaan SDGs/TPB. Platform yang dikembangkan oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), bersama dengan Sinergantara dan didukung oleh Oxfam Indonesia saat ini digunakan untuk mapping isu, dan aktivitias SDGs/TPB. Platform yang dapat diakses melalui https://tracksdgs.id/ mendorong pelaksanaan pembangunan yang transparan dan partisipatif. Penggunaan nya saat ini ditujukan pada aktor non pemerintah.

“Untuk pemerintah, mekanisme tracking capaian dan jenis program sudah ada dan cukup jelas . Namun kalau aktor non pemerintah tidak ada mekanisme seperti itu. Ada organisasi yang mencatat, ada ada juga yang tidak. Kalaupun ada, semua datanya tersebar-sebar sehingga susah untuk dilacak dan diagregasikan,” jelas Direktur Sinergantara Ilham Cendekia.

“TrackSDGs bisa menjadi wadah kolaborasi dalam pembangunan lintas sektor,” kata Mochammad Fadjar Wibowo, Outreach & Partnership Coordinator CISDI.

Implementasi SDGs/TPB mengedepankan evidence-based policy yaitu perencanaan program pembangunan berbasis data dan bukti. Untuk itu ketersediaan dan akses terhadap data statistik menjadi kunci, termasuk untuk akuntabilitas pencapaian SDGs/TPB. Saat ini, ketersediaan dan transparansi data yang dimaksud masih menjadi tantangan tersendiri di seluruh dunia, baik untuk pemerintah maupun masyarakat sipil.

Dalam acara peluncuran ini, Yanuar juga memberikan pencerahan agar penggunaan platform TrackSDGs tidak hanya dibatasi untuk aktor non pemerintah saja. Bagaimana pun juga, dalam percepatan implementasi SDGs dibutuhkan kerjasama dari seluruh unsur masyarakat, termasuk kontribusi yang aktif dari publik.

yn3“Saya memberikan tantangan, yaitu seberapa jauh platform ini bisa membantu aktor non pemerintah untuk duduk bersama, meninggalkan ego-sektoralnya untuk saling berbicara. Kalian boleh menuntut pemerintah untuk tidak terkotak-kotak, dan saat ini kami sedang berupaya untuk saling kolaboratif. Tapi saya juga mendorong teman-teman untuk tidak seperti itu,” kata Yanuar.

Yanuar mengharapkan agar data yang diperoleh melalui platform TrackSDGs dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk intervensi, tetapi juga untuk berkolaborasi dengan pemerintah menyusun program secara berdampingan untuk mengakselerasi pencapaian SDGs/TPB. “Mari kita buat perdebatan pembangunan menjadi lebih berkualitas,” ucap Yanuar.

Survey implementasi SDGs/TPB yang dilakukan oleh Sustainable Solution Development Network telah merilis laporan progres SDGs/TPB tahun 2018, dan menyimpulkan bahwa saat ini tidak ada satu negara pun yang on track dalam pencapaian semua target SDGs/TPB, termasuk negara dengan perolehan ranking teratas seperti Swedia, Denmark, dan Finlandia. Untuk itu akselerasi implementasi program menjadi kunci. Yanuar menegaskan bahwa ini adalah wake up call bagi seluruh elemen masyarakat untuk mendorong implementasi SDGs.

Peluncuran platform TrackSDGs disahkan dan ditutup dengan pemukulan gong sebagai simbol oleh Yanuar Nugroho.yn1

Close