Aksi Hari Tani Di Depan Istana Negara: Kepala Staf Kepresidenan Terima Perwakilan Petani

Aksi Hari Tani Di Depan Istana Negara: Kepala Staf Kepresidenan Terima Perwakilan Petani

Aksi Hari Tani Di Depan Istana Negara: Kepala Staf Kepresidenan Terima Perwakilan Petani

JAKARTA - Pasca Rapat Terbatas bersama Presiden, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menerima perwakilan massa petani yang demonstrasi di depan Istana Negara. Aksi para petani ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Tani 24 September 2015. Mereka datang dari beberapa kabupaten seperti Kerawang, Ciamis, Indramayu, dan Pemalang.

Dewi Kartika, Wakil Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), yang ditunjuk selaku pimpinan delegasi menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para petani berkaitan dengan agenda Reforma Agraria, yang juga merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Ia mempertanyakan rencana redistribusi 9 juta hektar lahan, yang menurutnya tidak jelas proses, lokasi-lokasi, dan subyek penerimanya. Dewi juga menggarisbawahi masih belum tuntasnya penanggulangan sengketa konflik agraria yang melibatkan para petani. Hingga saat ini banyak petani yang mengalami kriminalisasi.

Dewi juga mengusulkan pembentukkan badan khusus di bawah Presiden yang bertugas melaksanakan Reforma Agraria, dan mengkoordinasikan kewenangan serta kebijakan beberapa kementerian terkait, seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang – Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Menanggapi hal tersebut, Teten Masduki yang didampingi deputi dan beberapa staf, menyatakan bahwa ia telah melakukan komunikasi dengan kementerian terkait. “Memang proses redistribusi lahan sudah berjalan namun perlu diperjelas tahapan perkembangan yang telah dilakukan saat ini,” jelas Teten. Mengenai ide badan khusus pelaksanaan Reforma Agraria, Teten menerangkan masih harus mempelajari dan berkoordinasi dengan kementerian-kementerian terkait.

Berkaitan dengan keberpihakkan pemerintah, Teten menjelaskan kebijakan anggaran saat ini yang telah mengalokasikan dan merealokasikan sumber daya negara agar dapat bermanfaat untuk warga desa secara positif. Ia memaparkan realokasi subsidi BBM yang dialihkan untuk infrastruktur dan kesejahteraan rakyat. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah saat ini berupaya memperlancar pencairan Dana Desa, serta telah menggelontorkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menopang usaha rakyat terutama pertanian, perikanan dan perkebunan yang jelas berada di desa-desa.

Sebagai penutup, Teten Masduki menyampaikan pesan agar para petani memperkuat organisasi dan disiplin organisasi mereka. Hal ini dibutuhkan agar program-program Pemerintah yang sebelumnya disampaikan dapat melibatkan petani yang benar-benar membutuhkan dan dapat bermanfaat secara luas.

Seusai audiensi, sekitar pukul 12.00 delegasi perwakilan aksi massa petani kembali bergabung dengan kawan-kawan mereka yang berada di depan Istana Negara. Dewi Kartika, sebagai pimpinan perwakilan sempat berorasi menyampaikan hasil-hasil pembicaraan mereka dengan Kepala Staf Kepresidenan. Tak lama, massa bergerak membubarkan diri.[**]

Close