Agenda Pembangunan Bukan Hanya Sekedar Angka

Agenda Pembangunan Bukan Hanya Sekedar Angka

Agenda Pembangunan Bukan Hanya Sekedar Angka

SURABAYA – Pembangunan yang berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari inovasi. Hal tersebut ditekankan kembali oleh Yanuar Nugroho, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, dalam acara The 7th UCLG ASPAC Congress, Innovation-driven Development for Sustainable Cities, Kamis, 13 September 2018. Acara bienial ini didiselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya bersama dengan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC).

“Sampai tahap mana inovasi dapat mendorong atau menghalangi pembangunan, serta implikasi atas kemajuan ilmu dan teknologi terhadap perkembangan sosial saat ini menjadi perhatian publik” ujar Yanuar.

Inovasi berupa transparansi seperti keterbukaan data penerima subsidi beras di Kabupaten Wonogiri, serta upaya melibatkan masyarakat lokal untuk turut aktif memberikan umpang balik terhadap anggaran kesehatan daerah di Nusa Tenggara Timur, menjadi contoh yang diangkat sebagai inovasi daerah yang terbukti membawa dampak yang signifikan. Pembangunan tidak hanya dilakukan oleh aparat pemerintah, baik daerah ataupun pusat, melainkan dilakukan secara kolaboratif bersama dengan masyarakat setempat. Hal ini mendorong targeting penerima dan perencanaan program lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan aktual masyarakat setempat.

yn1Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) dan New Urban Agenda berbagi visi yang sama, yakni mentransformasi dunia dan meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua level. Pemerintah bersama dengan sektor privat dan masyarakat sipil memainkan peran penting dalam mencapai agenda ini. Untuk itu, strategi untuk memastikan akses pelayanan dasar beserta kualitasnya, dan memastikan proses penyusunan kebijakan dengan proses pengambilan keputusan yang koheren sangat penting. TPB bukan hanya sekedar 17 tujuan global dan 169 target global, tetapi pembangunan iklusif untuk menjawab kompleksitas masalah dari berbagai aspek.

Yanuar Nugroho menegaskan, saat ini Kantor Staf Presiden mendorong pelibatan aktif masyarakat dan kerjasama multi pihak dalam seluruh proses perencanaan, implementasi, dan evaluasi program TPB baik di tingkat nasional dan maupun lokal sesuai dengan prinsip “No One Left Behind”.

The 7th UCLG ASPAC Congress 2018 diselenggarakan selama 12 – 15 September 2018 dan dihadiri oleh lebih dari 1000 peserta lintas negara Asia Pasifik dan sekitarnya, dan menghadirkan pembicara dari perwakilan pemerintah, baik pusat dan daerah, pengusaha, dan perwakilan masyarakat sipil terkait.

Close