91 Pelabuhan Laut Telah Dibangun Pemerintah

91 Pelabuhan Laut Telah Dibangun Pemerintah

91 Pelabuhan Laut Telah Dibangun Pemerintah

SITUBONDO- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meresmikan Pelabuhan Panarukan dan Pelabuhan Sapeken di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, 26 Mei 2016.

Hingga kini 91 pelabuhan telah dibangun pemerintahan Jokowi-JK di seluruh Indonesia. Ini membuktikan keinginan pemerintah membangun sistem logistik nasional dan melancarkan arus barang serta menggerakkan mesin perekonomian ke seluruh daerah di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo menerangkan, dari 91 pelabuhan yang telah dibangun, 80 pelabuhan laut dibangun di wilayah Indonesia bagian timur dan 11 pelabuhan di wilayah Indonesia bagian barat.

“Kita mendukung program Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Visinya Indonesia-sentris. Dari 91 pelabuhan yang diselesaikan beberapa tahun terakhir, sebanyak 80 pelabuhan di wilayah timur, karena banyak pulau-pulau dan daerah terisolir,” jelas Sugihardjo.

Tol laut menjadi salah satu program prioritas Presiden Jokowi. Dalam beberapa kesempatan, Presiden menyampaikan program tol laut merupakan langkah pemerintah untuk menegaskan Indonesia sebagai bangsa maritim. Dengan Tol Laut sistem logistik antarpulau dan di dalam kepulauan akan terhubungkan. Tol Laut menggerakkan mesin perekonomian ke seluruh daerah di Indonesia, bukan hanya Jawa. Sebuah perwujudan nyata Indonesia-sentris.

Sugihardjo menambahkan, program tol laut diterjemahkan dalam dua hal. Pertama pembangunan pelabuhan sehingga fasilitas bongkar muat sesuai standar keselamatan. Kedua, layanan kapal sebagai angkutan barang dan orang dengan jadwal yang teratur dan tetap. Kebutuhan akan pelabuhan laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan, yang melayani tanpa henti dari Sabang hingga Merauke sangat penting. Kemenhub menyebut saat ini terdapat 6 rute tol laut yang beroperasi.

Sebagai informasi, Pelabuhan Panarukan yang baru diresmikan terletak di Kabupaten Situbondo, posisinya di daerah pesisir utara Pulau Jawa dengan letak strategis di tengah jalur transportasi darat Jawa-Bali. Pelabuhan ini dapat menampung kapal dengan ukuran 1.000 DWT dan menjadi pelabuhan pengumpan lokal. Memiliki dermaga dengan ukuran 102x10 meter persegi, causeway ‎dengan ukuran 597x7 meter persegi, serta pengerukan kolam dengan kedalaman hingga -5 mLWS m.

DIB_2264OK-2

Dermaga ini juga dilengkapi dengan lapangan penumpukan kontainer dengan luas 218 x 35 meter persegi, areal darat seluas 217 x 39,7 meter persegi.

Sementara pelabuhan Sapeken di Kabupaten Sumenep memiliki panjang dermaga 105 meter dengan terminal penumpang 250 meter, dalam hirarki pelabuhan masuk pada kategori pelabuhan pengumpul. Pembangunan pelabuhan Sapeken dimulai tahun 2004-2015 dengan anggaran Rp 31 miliar yang dapat mengakomodasi kapal dengan ukuran 1.000 DWT.

POTENSI LOKAL 

Awal Mei tahun 2015 lalu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pertama kali meresmikan KMP Mutiara Persada III sebagai kapal jalur tol laut perdana di Pelabuhan Panjang. Sebagai negara kepulauan, tol laut memang menjadi andalan masyarakat di daerah-daerah terpencil. Tujuannya mengangkat potensi daerah-daerah. Tol laut bahkan memunculkan pusat-pusat pertumbuhan baru sebagai sebuah multiplier effect.

"Fungsi pelabuhan laut mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah perbatasan dan terluar sebagaimana Presiden mengatakan, setiap kabupaten kota harus punya unggulan dan negara hadir mengangkat potensi lokal masyarakat setempat,” kata Sekjen Kemenhub Sugihardjo.

DIB_2129OK-3

Gagasan tol laut adalah upaya untuk mewujudkan Nawacita pertama yakni memperkuat jati diri sebagai negara maritim dan Nawacita ketiga, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Selain itu tol laut juga menjadi penegasan, bahwa negara memang benar hadir ke seluruh daerah lewat kapal-kapal yang menyambangi di wilayah tersebut.

Aspek Indonesia-sentris yang juga tak terlupakan adalah melihat laut sebagai pemersatu, bukan sebagai pemisah. Konsepsi kemaritiman Presiden Jokowi juga meluas kepada geopolitik global, di mana Indonesia sebagai negara yang dikelilingi laut harus menjadi pemain utama. Presiden Jokowi bertekad menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Close